Senin, 26 Oktober 2026
22:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Tamarin kaisar

Tamarin kaisar

Bagikan:
Tamarin kaisar
250px-Tamarin_portrait.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
S. i. subgrisescens
250px-Black-chinned_emperor_tamarin_%28S._i._imperator%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
S. i. imperator
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
S. imperator
Nama binomial
Saguinus imperator
(Goeldi, 1907)
250px-Saguinus_imperator_distribution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penyebaran gepgrafis di Amerika Selatan
Artikel takson sembarang

Tamarin kaisar (Saguinus imperator), adalah spesies tamarin yang diduga diberi nama demikian karena kemiripannya dengan Kaisar Jerman Wilhelm II.[2] Spesies ini hidup di barat daya Cekungan Amazon, di timur Peru, utara Bolivia, dan di barat negara bagian Brasil di Acre dan Amazonas.[1]

Bulu tamarin kaisar ini didominasi warna abu-abu, dengan bintik kuning di dadanya. Tangan dan kakinya berwarna hitam dan ekornya berwarna cokelat. Yang menarik perhatian adalah kumis putihnya yang panjang, yang memanjang ke kedua sisi melebihi pundaknya. Hewan ini mencapai panjang 23–26 sentimeter (9–10 in), ditambah sebuah ekor yang panjangnya 35–41,5 cm (13,8–16,3 in).[2] Beratnya kira-kira 500 gram (18 oz).[1]

Referensi

  1. 1 2 3 A. B. Rylands & R. A. Mittermeier (2008). "Saguinus imperator". The IUCN Red List of Threatened Species. 2008. IUCN: e.T39948A10295512. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T39948A10295512.en. Diakses tanggal 6 Januari 2018.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Wildfacts - Emperor tamarin". BBC. April 2012. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-04. Diakses tanggal 2018-01-30.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Saguinus imperator.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan