Jumat, 16 Oktober 2026
21:00 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Taman bumi

Taman bumi

kawasan terpadu untuk perlindungan dan penggunaan warisan geologi secara berkelanjutan.

Bagikan:
250px-International_Network_of_Geoparks_map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta letak Geopark di dunia berdasarkan data keilmuan dan kebudayaan UNESCO Global Geoparks Network - GGN.

Taman bumi (bahasa Inggris:Geopark) adalah wilayah terpadu yang terdepan dalam perlindungan dan penggunaan warisan geologi dengan cara yang berkelanjutan, dan mempromosikan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang tinggal di sana.[1] Terdapat istilah geopark atau taman bumi, yakni taman bumi dunia dan taman bumi nasional.

Konsep

Sebuah Taman Bumi Global adalah area terpadu dengan warisan geologi yang sangat signifikan di dunia.[2] Taman bumi menggunakan warisan tersebut untuk mempromosikan kepedulian pada isu-isu kunci yang dihadapi oleh masyarakat dalam konteks dinamika planet yang kita tinggali. Banyak taman bumi yang mempromosikan kepedulian akan bahaya geologi, termasuk gunungapi, gempa bumi, dan tsunami serta banyak juga yang mempersiapkan strategi mitigasi bencana bagi masyarakat lokal. Taman bumi menyimpan rekaman perubahan iklim terakhir dan menjadi sumber pembelajaran mengenai perubahan iklim. Selain itu, taman bumi mengadopsi praktik pendekatan terbaik dalam memanfaatkan energi terbarukan dan menggunakan standar terbaik dalam "Wisata hijau". Promosi industri wisata taman bumi, berperan untuk menjaga atau bahkan meningkatkan karakter geografi suatu tempat.

Taman bumi juga menginformasikan tentang penggunaan berkelanjutan dan kebutuhan dari sumber daya alam, baik itu ditambang, digali, atau dimanfaatkan dari lingkungan sekitarnya dan di waktu yang sama mempromosikan penghormatan lingkungan dan integritas lanskap. Taman-taman ini tidak memiliki pengesahan secara legislatif tetapi kunci situs-situs warisan di dalam geopark sering dilindungi di bawah undang-undang lokal, regional, ataupun nasional.[2] Sifat multidisiplin dari konsep taman bumi dan promosi wisata di taman bumi membedakannya dengan model lain yang disebut Wisata berkelanjutan. Bahkan, promosi wisata berkelanjutan di taman bumi sesungguhnya meliputi banyak wisata berkelanjutan termasuk geowisata, wisata berbasis komunitas, ekowisata, dan lain-lain.

Taman bumi di Indonesia

Saat ini Indonesia memiliki 12 Taman Bumi Dunia (Global Geopark) UNESCO :[3][4][5]

  1. Taman Bumi Global UNESCO Batur (Kaldera Gunung Batur), Bali
  2. Taman Bumi Global UNESCO Belitong, Bangka Belitung
  3. Taman Bumi Global UNESCO Ciletuh-Pelabuhanratu, Jawa Barat
  4. Taman Bumi Global UNESCO Gunung Sewu (Pacitan), Yogyakarta
  5. Taman Bumi Global UNESCO Rinjani Lombok (Rinjani), Nusa Tenggara Barat
  6. Taman Bumi Global UNESCO Kaldera Toba, Sumatera Utara
  7. Taman Bumi Global UNESCO Raja Ampat, Papua Barat Daya
  8. Taman Bumi Global UNESCO Maros Pangkep, Sulawesi Selatan
  9. Taman Bumi Global UNESCO Merangin, Jambi
  10. Taman Bumi Global UNESCO Ijen (Banyuwangi), Jawa Timur
  11. Taman Bumi Global UNESCO Kebumen (Karangsambung-Karangbolong), Jawa Tengah
  12. Taman Bumi Global UNESCO Meratus, Kalimantan Selatan[6]


Terdapat juga Taman Bumi Nasional :

  1. Taman Bumi Nasional Silokek, Sumatera Barat
  2. Taman Bumi Nasional Ngarai Sianok-Maninjau, Sumatera Barat
  3. Taman Bumi Nasional Sawahlunto, Sumatera Barat
  4. Taman Bumi Nasional Natuna, Riau
  5. Taman Bumi Nasional Bogor Halimun Salak (Pongkor), Jawa Barat
  6. Taman Bumi Nasional Dieng, Jawa Tengah
  7. Taman Bumi Nasional Jogja, Yogyakarta
  8. Taman Bumi Nasional Gunung Bojonegoro, Jawa Timur
  9. Taman Bumi Nasional Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat
  10. Taman Bumi Nasional Poso, Sulawesi Tengah
  11. Taman Bumi Nasional Kaldera Suoh, Lampung
  12. Taman Bumi Nasional Ujung Kulon, Banten
  13. Taman Bumi Nasional Lembah Cisaar Jatigede, Jawa Barat
  14. Taman Bumi Nasional Bayah Dome

Lihat juga

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan