Sabtu, 03 Oktober 2026
18:40 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Taman Indria

Taman Indria

Sekolah milik Perguruan Tamansiswa

Bagikan:
250px-Taman_Siswa_%28page_66_crop%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dewantoro menerima kunci dari tangan anak-anak untuk membuka sekolah Taman Indrya di Jalan Mataraman Dalam, Jakarta, 23 Maret 1952.
250px-Dolanan_Anak_Taman_Indria_Ibu_Pawiyatan_Tamansiswa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aktivitas siswa Taman Indria


Taman Indria adalah sekolah taman kanak-kanak yang ada dalam sistem sekolah Taman Siswa.[1] Didirikan pertama kali oleh Ki Hadjar Dewantara pada tahun 1922. Sekolah ini menggunakan metode pengajaran dengan sistem among, sebuah konsep pengajaran di mana pamong/guru menghamba kepada sang anak.

Metode pembelajaran

Model pendidikan ini dianggap banyak orang mencampurkan konsep Frobel dan Montessori di Eropa, tetapi sebenarnya Ki Hadjar Dewantara menemukan 2 konsep tersebut di dalam seni budaya rakyat yang ada di Indonesia. Maka muncullah model pengajaran Dolanan Anak di Taman Indria. Menggabungkan permainan anak dengan fisik, kecermatan, hitungan, kerjasama dan gotong royong yang tidak dirasakan memaksa justru memerdekakan si anak, tetapi tanpa terasa berlatih keterampilan life-skill. Metode ini digabung dengan metode Sariswara di mana diyakini beliau bahwa wirama/rythme mampu menyelaraskan kehalusan budi pekerti dan ketajaman nalar, sehingga si anak diharapkan memiliki jiwa merdeka yang berarti mandiri, bertanggungjawab, dan secara maksimal mampu menjadikan dirinya bermanfaat bagi lingkungannya, di manapun ia berada. Inilah yang diyakini Ki Hadjar Dewantara sebagai konsep asli milik bangsa yang patut disejajarkan dengan konsep bangsa lainnya dan tidak kalah ampuh hasilnya, karena metode ini "buah"nya menjadikan si anak memiliki landasan kuat untuk mampu menelaah ilmu-ilmu lain dalam hidup ini termasuk agama.

Sekolah pertama

Sekolah setingkat taman kanak-kanak ini sampai sekarang masih ada dan bertahan. Di Yogyakarta yang dianggap sebagai pusat kelahirannya disebut lengkap dengan Taman Indria Ibu Pawiyatan Tamansiswa, beralamat di Jalan Tamansiswa No. 25 Yogyakarta. Terletak di lingkungan Perguruan Tamansiswa, menyatu dengan Pendapa Agung Tamansiswa dan Museum Dewantara Kirti Griya (dahulu rumah Ki Hadjar Dewantara).

Referensi

  1. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-08-29). "Mengenal Sejarah Organisasi Taman Siswa yang Dipelopori Ki Hajar Dewantara". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-07-23.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan