Sabtu, 24 Oktober 2026
21:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Taman Bungkul

taman di Kota Surabaya, Jawa Timur

Bagikan:
Taman Bungkul
osm-intl,10,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Taman_Bungkul&revid=29801934&groups=_90d50e825e6a0b6d2940ade568b5bced58ba9537&parser=parsoid
Peta interaktif Taman Bungkul
JenisTaman
LokasiJalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur
Koordinat7°17′28″S 112°44′25″E / 7.291165884630273°S 112.74029386876212°E / -7.291165884630273; 112.74029386876212
Area900 meter persegi
Dibuka21 Maret 2007
Dimiliki olehPemerintah Kota Surabaya
Dioperasikan olehDinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya
StatusBuka sepanjang tahun

Taman Bungkul adalah taman wisata kota dan ruang terbuka hijau yang terletak di pusat kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya di Jalan Raya Darmo. Taman yang diresmikan pada 21 Maret 2007, ini berdiri di area seluas 900 meter persegi. Letaknya yang berada di jantung kota membuat taman ini tidak hanya berfungsi sebagai lahan hijau saja, tetapi juga sebagai destinasi wisata yang populer di Surabaya.[1]

Latar belakang

250px-Makam_mbah_bungkul_20131228_-_panoramio.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Makam Mbah Bungkul

Nama Taman Bungkul diambil dari nama seorang tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran agama Islam di wilayah Surabaya dan sekitarnya, Ki Ageng Supo yang kemudian mendapat gelar Sunan Bungkul. Tokoh yang kerap disebut Mbah Bungkul ini merupakan seorang ulama di Kerajaan Majapahit (abad XV) dan saudara ipar Raden Rahmat atau Sunan Ampel.[2] Makamnya terletak di belakang taman dan sekaligus menjadi tempat wisata religi bagi para peziarah.

Fasilitas

Sejak diresmikan pada 2007, Taman Bungkul telah berkembang semakin pesat. Taman ini memiliki sejumlah sarana penunjang, antar lain amfiteater berdiameter 33 meter, lajur lari laun, lahan papan luncur, taman bermain anak-anak, telepon umum, area hijau dengan kolam air mancur, taman bermain anak-anak, hingga pujasera.[1]

Penghargaan

Taman Bungkul meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Taman Terbaik se-Asia pada tahun 2013.[3] Penghargaan inilah yang kemudian membawa nama Taman Bungkul hingga dikenal di kancah dunia.

Insiden

250px-Tamanbungkulrusak.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanaman di Taman Bungkul yang rusak karena insiden 11 Mei

Pada 11 Mei 2014, perusahaan es krim Wall's yang berada di bawah naungan Unilever Indonesia mengadakan acara bagi-bagi es krim gratis kepada masyarakat Kota Surabaya. Acara ini diadakan tepat di area hijau Taman Bungkul. Warga kemudian berbondong-bondong mendekati titik pembagian es krim, sehingga merusak tanaman-tanaman di taman tersebut. Kondisi semakin tidak terkendali, jalanan semakin macet, dan tanaman rusak parah. Polisi kemudian membubarkan acara itu sekitar pukul 10.00 WIB.

Tak lama kemudian, Wali kota Surabaya Tri Rismaharini datang ke lokasi. Ia lalu marah besar begitu melihat kondisi tanaman di Taman Bungkul. Begitu datang ia berkomentar semua tanaman rusak. Tanpa basa-basi, ia langsung menghampiri dan memperingatkan panitia penyelenggara acara. Ia kemudian meminta stafnya di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya melaporkan penyelenggara acara ke jalur hukum. Ia meminta stafnya menggunakan undang-undang (UU) pengrusakan lingkungan sebagai dasar laporan.[4]

PT. Unilever Indonesia, Tbk. selaku penyelenggara menyatakan siap bertanggung jawab dan menanggung semua biaya kerugian yang dialami pemkot Surabaya. Insiden kerusakan taman akibat membludaknya jumlah warga yang datang merupakan kejadian yang tidak diprediksi oleh penyelenggara.

Area Sales Manajer Jawa Timur PT. Unilever Indonesia Tbk, Dion Aji Setiawan tidak menyangka antusiasme warga Surabaya untuk mendapatkan es krim gratis sangat tinggi. Panitia penyelenggara hanya menyiapkan sebanyak 10.000 buah, tetapi pengunjung yang datang mencapai 70.000 orang. Ia mengaku akan segera menemui Wali Kota untuk meminta maaf dan memerbaiki kerusakan pada taman.[5]

Referensi

Lihat Pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan