Rabu, 04 November 2026
18:44 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Tallboy

Tallboy

jenis bom gempa

Bagikan:
Tallboy
330px-Royal_Air_Force_Bomber_Command%2C_1942-1945._CH15363.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kru darat RAF menangani bom Tallboy yang belakangan dijatuhkan di situs senjata-V La Coupole di Wizernes, Prancis, 1944
Jenis Bom gempa
Negara asal Britania Raya
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 8 Juni 1944 – 25 April 1945
Digunakan oleh Skuadron No. 9 RAF, Skuadron No. 617 RAF
Pada perang Perang Dunia II
Sejarah produksi
Perancang Barnes Wallis
Produsen Vickers
Jumlah produksi 854[1]
Spesifikasi
Berat Sekitar 5.400 kg (12.000 pon)
Panjang 6,4 m (21 ft)
Diameter 97 cm (38 in)
Hulu ledak Torpex D1
Berat hulu ledak 2.400 kg (5.200 pon)
Mekanisme
ledakan
Sumbu No. 58, dibuat dari Pistol No. 30 (detonasi benturan) atau sumbu penunda waktu No. 47 yang dimasukkan ke dalam pendorong tetril di bagian belakang selongsong.

Tallboy atau Bomb, Medium Capacity, 12,000 lb adalah sebuah bom gempa yang dikembangkan oleh insinyur aeronautika Britania Barnes Wallis dan digunakan oleh Royal Air Force (RAF) selama Perang Dunia II.[a]

Dengan bobot 5,1 t (5 ton panjang), bom ini hanya dapat diangkut oleh model modifikasi dari pesawat pengebom berat Avro Lancaster. Bom ini terbukti efektif melawan struktur berukuran besar dan terfortifikasi di mana pengeboman konvensional tidak membuahkan hasil.

Sejarah

Wallis menyampaikan gagasan-gagasannya mengenai bom seberat 10 ton dalam makalahnya pada tahun 1941 yang berjudul "A Note on a Method of Attacking the Axis Powers", yang menunjukkan bahwa bom berukuran sangat besar yang meledak jauh di dalam tanah di samping sasaran akan merambatkan guncangan ke fondasi sasaran tersebut, terutama karena gelombang kejut merambat melalui tanah secara lebih kuat daripada melalui udara.

Wallis merancang "Victory Bomber" berbobot 51 t (50 ton panjang), yang dapat terbang dengan kecepatan 510 km/h (320 mph) pada ketinggian 14.000 m (45.000 ft) untuk membawa bom berat tersebut sejauh lebih dari 6.400 km (4.000 mi), tetapi Kementerian Udara menentang pesawat pengebom tunggal dan gagasan tersebut tidak dilanjutkan setelah tahun 1942.[2][halaman dibutuhkan]

Perancangan dan produksi Tallboy dilakukan tanpa kontrak atas prakarsa Kementerian, menyusul makalah Wallis tahun 1942 yang berjudul "Spherical Bomb—Surface Torpedo" dan perancangan "bom membal" untuk Dam Busters dalam Operasi Chastise. Oleh karena itu, RAF menggunakan bom yang belum mereka beli dan secara hukum tetap menjadi milik produsennya, Vickers. Situasi ini dinormalisasi setelah kemampuan senjata tersebut terbukti.[butuh rujukan]

Pencapaian Tallboy mencakup serangan Operasi Crossbow pada 24 Juni 1944 terhadap La Coupole yang merusak fondasi bunker perakitan V-2, serta serangan Tallboy terhadap terowongan Saumur pada 8–9 Juni 1944, ketika bom menembus lurus melalui bukit dan meledak di dalam terowongan sejauh 18 m (60 ft) di bawah permukaan tanah (menghentikan bala bantuan Panzer mencapai Normandia).[3] Kapal terakhir dari kapal tempur kelas-Bismarck milik Kriegsmarine, Tirpitz, ditenggelamkan oleh serangan udara menggunakan Tallboy dalam Operasi Catechism.

Catatan

  1. ↑ "Kapasitas menengah" mengacu pada rasio selongsong bom terhadap isian peledak; dalam kasus Tallboy, rasio ini kurang dari 50 persen dari total bobot peledak, berbanding terbalik dengan bom "kapasitas tinggi" seperti bom blockbuster, yang hingga tiga perempat bobotnya merupakan bahan peledak.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Bombs Weapons Rockets Aircraft Ordnance Diarsipkan 30 Agustus 2005 di Wayback Machine
  2. ↑ Buttler, Tony (2004). Secret Projects: British Fighters and Bombers 1935 -1950. British Secret Projects 3. Leicester, UK: Midland Publishing. ISBN 1-85780-179-2..
  3. ↑ RAF staff 2004

Bacaan lanjutan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tallboy bomb.
Ikon rintisan

Artikel bertopik senjata ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan