Selasa, 27 Oktober 2026
10:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Talib al-Haqq

Bagikan:

Abdullah bin Yahya al-Kindi (bahasa Arab:عبد الله بن يحيى الكندي), atau lebih dikenal dengan laqab-nya Talib al-Haqq (terj. har. 'Orang yang mencari kebenaran'), adalah pemimpin pasukan Pemberontakan Ibadi melawan Kekhalifahan Umayyah di Arabia Selatan pada masa Perang Saudara Islam Ketiga (Fitnah Ketiga).

Talib al-Haqq berasal dari suku Kinda. Dia awalnya ditunjuk oleh gubernur Kekhalifahan Umayyah di Yaman sebagai hakim di kawasan timur Hadramaut.[1] Pada tahun 745, otoritas Umayyah tengah terguncang akibat Perang Saudara Islam Ketiga atau juga disebut Fitnah Ketiga. Pada masa itu, Talib al-Haqq memproklamasikan dirinya sebagai khalifah. Dia mendapat dukungan dari Khawarij Ibadi di Oman dan kemudian mengambil alih ibu kota Yaman, Sana'a.[1] Tentaranya, di bawah kepemimpinan Abu Hamzah al-Mukhtar, mencapai Makkah dan Madinah, dan bahkan Basra dalam waktu singkat untuk mencari dukungan.[2] Pengikutnya dikatakan mencapai hingga 30.000 orang, tetapi kemungkinan angka itu hanya perhitungan kasar yang menandakan bahwa Talib al-Haqq mempunyai pengikut yang banyak tanpa ada penghitungan yang akurat.[1]

Pemberontakan ini dihentikan oleh jenderal Kekhalifahan Umayyah, Abdul Malik bin Athiyah pada tahun 747 yang dikirim oleh Khalifah Marwan II.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 Landau-Tasseron 2010, hlm. 418.
  2. ↑ Landau-Tasseron 2010, hlm. 418–419.
  3. ↑ Landau-Tasseron 2010, hlm. 419.

Sumber

  • Landau-Tasseron, Ella (2010). "Arabia". Dalam Robinson, Chase F. (ed.). The New Cambridge History of Islam, Volume 1: The Formation of the Islamic World, Sixth to Eleventh Centuries. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 397–447. ISBN 978-0-521-83823-8. {{cite book}}: |ref=harv tidak valid


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan