Sabtu, 31 Oktober 2026
11:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Takur telinga-biru

Bagikan:
Takur telinga-biru
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Piciformes
Famili: Megalaimidae
Genus: Psilopogon
Spesies:
P. cyanotis
Nama binomial
Psilopogon cyanotis
(Blyth, 1847)
Sinonim

Megalaima cyanotis

Takur telinga-biru (Psilopogon cyanotis) adalah spesies takur dalam famili Megalaimidae. Spesies ini terdapat di Asia Tenggara daratan. Karena sebarannya yang luas dan populasinya yang stabil, spesies ini dinilai sebagai Risiko Rendah dalam Daftar Merah IUCN.[1]

Deskripsi

Takur telinga-biru memiliki bulu hijau dan bagian merah padam di pipi. Leher dan bulu di sekitar telinganya biru kehijauan.[2] Terdapat garis hitam memanjang di antara leher dan dadanya. Panjangnya 16–17 cm (6,3–6,7 in).[3] Tubuhnya agak gempal, dengan leher pendek, kepala besar, dan ekor pendek. Paruhnya gelap. Jantan dewasa mempunyai dahi hitam. Betina mempunyai corak kepala yang lebih kusam dengan titik lebih jingga pada bulu bagian telinga atas dan bawah, sementara juvenil berkepala hijau dengan sedikit biru pada bulu sekitar telinga dan lehernya.

Referensi

  1. 1 2 BirdLife International (2016). "Psilopogon cyanotis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22726130A94912126. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22726130A94912126.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Blyth, E. (1847). "Notes and Descriptions of various New or Little-known Species of Birds". The Journal of the Asiatic Society of Bengal. 16 (1): 428–476.
  3. ↑ del Hoyo, J.; Collar, N. J.; Kirwan, G. M. (2014). "Blue-eared Barbet Psilopogon cyanotis". Dalam del Hoyo, J.; Elliott, A.; Sargatal, J.; Christie, D.A.; de Juana, E. (ed.). Handbook of the Birds of the World and BirdLife International Illustrated Checklist of the Birds of the World. Vol. 7: Jacamars to Woodpeckers. Barcelona, Spain and Cambridge, UK: Lynx Edicions and BirdLife International.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan