Selasa, 03 November 2026
23:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Dom Justo Takayama

Dom Justo Takayama

Bagikan:
Iustus Takayama Ukon
高山右近
250px-Takayama-Ukon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahirsekitar 1552
Haibara, Nara, Jepang
Meninggal5 Februari 1615 (umur 62–63)
Manila, Hindia Timur Spanyol
Dihormati diGereja Katolik Roma
Pesta3 Februari
Ini adalah nama Jepang, nama keluarganya adalah "Takayama".

Takayama Ukon (高山右近) atau Dom Justo Takayama (atau Iustus Takayama Ukon atau Hikogoro Shigetomo) (1552 Haibara-cho, Nara, Jepang – 5 Februari 1615 Manila, Filipina) adalah seorang daimyo kirishitan dan samurai Jepang yang menjadi pengikut Kristen pada zaman Sengoku di Jepang.

Biografi

Takayama Justo ketika lahir menjadi perwaris Takayama Tomoteru, kepala kastil Sawa di Prefektur Yamato. Namanya ketika masih kecil adalah Hikogorō (彦五郎). Pada usia 12 tahun (1564), ayahnya masuk ke Katolik dan Hikogorō juga dibaptis dengan nama Justo. Setelah upacara kedewasaannya, Hikogorō dinamai Shigetomo (重友). Namun, ia lebih dikenal sebagai Takayama Ukon (高山右近). Nama Ukon dari jabatan pemerintah yang ia pegang, perwira Ukonoefu (hal ini biasa diparktikan oleh samurai pada zaman tersebut).[1]

Justo dan ayahnya mengalami masa turbulen ketika mereka menjabat sebagai daimyo. Mereka ditugaskan untuk mengurusi Kastil Takatsuki (Takatsuki, Osaka) di bawah perintah kepala perang Oda Nobunaga dan juga di bawah daimyo Toyotomi Hideyoshi, setidaknya selama tahun-tahun pertama kekuasaannya. Pada saat mereka menguasai Wilayah Takatsuki, Justo dan ayahnya Dario menyatakan diri mereka sebagai daimyo Kirishitan (daimyo Kristen). Beberapa pengikutnya menjadi ikut masuk ke agama tersebut karena pengaruhnya.[1]

Namun, Toyotomi Hideyoshi menumbuhkan perlawanan terhadap Kristen dan, pada 1587, ia memerintahkan untuk mengusir para misionaris.[1]

Justo hidup di bawah perlindungan teman-temannya selama beberapa dekade. Pada 8 November 1614, bersama dengan 300 Kristen Jepang ia meninggalkan negara tempat tinggalnya dari Nagasaki.[2] Ia datang ke Manila pada 21 Desember dan disambut dengan hangat oleh Yesuit Spanyol dan penduduk Filipina lokal disana.[1][3]

Terdapat sebuah patung Dom Justo Takayama di Plaza Dilao, Manila. Justo yang ditampilkan pada patung tersebut mengenakan jubah prajurit.[1]

Ketika ia meninggal pada 1615, pemerintah Spanyol memberikannya penguburan Kristen dengan penghormatan militer penuh sebagai Daimyo. Ia adalah Daimyo pertama yang dikubur di tanah Filipina.[1][4]

Dalam budaya populer

Dalam drama Taiga NHK 2014 Gunshi Kanbei, Takayama Ukon diperankan oleh Ikuta Tōma.

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 "Samurai’s Cause for Beatification Forwarded to Rome Diarsipkan 2015-02-03 di Wayback Machine". National Catholic Register. 5 Februari 2014.
  2. ↑ Ocampo, Ambeth (6 Februari 2015). "Justo Takayama Ukon". Inquirer.net. Philippine Daily Inquirer. Diakses tanggal 6 Februari 2015.
  3. ↑ "Japanese in the Philippines? Taksan-taksan![pranala nonaktif permanen]". Negros Chronicle. 16 Februari 2014.
  4. ↑ "TAKAYAMA UKON: PHILIPPINES’ THIRD SAINT?[pranala nonaktif permanen]". Negros Chronicle. 02 Februari 2014.

Pranala luar

Tokoh penting pada periode Sengoku
Tiga daimyo utama
Daimyo lainnya
Tokoh militer terkenal
Lain-lain
Orang asing
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan