Rabu, 28 Oktober 2026
00:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Taipan pesisir

Taipan pesisir

Bagikan:
Taipan pesisir
250px-Costal_Tiapan_at_Taronga_Zoo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Elapidae
Genus: Oxyuranus
Spesies:
O. scutellatus
Nama binomial
Oxyuranus scutellatus
(W. Peters, 1867)[2]
250px-Oxyuranus_scutellatus_range.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Persebaran Oxyuranus scutellatus ditandai dengan warna hijau
Sinonim[3]
  • Pseudechis scutellatus
    W. Peters, 1867
  • Pseudechis wilesmithii
    De Vis, 1911
  • Oxyuranus scutellatus
    — Kinghorn, 1923

Taipan pesisir (Oxyuranus scutellatus) atau dalam bahasa Inggris disebut coastal taipan atau common taipan,[4] adalah spesies taipan yang tersebar luas di pesisir utara dan timur Australia, dan Pulau Papua. Ular ini merupakan ular darat berbisa yang paling mematikan ketiga di dunia setelah taipan pedalaman dan ular-cokelat timur berdasarkan pengujian LD50 terhadap tikus.[5][6] Nama spesifik ular ini, scutellatus, maknanya "berperisai".[7]

Deskripsi fisik

Taipan pesisir adalah ular berbisa terpanjang di Australia.[8] Akan tetapi, spesimen yang umum dijumpai ukuran panjangnya hanya sekitar 1.2 meter (termasuk ekor). Beberapa spesimen lainnya berukuran panjang antara 1.5 sampai 2 meter. Jenis taipan lainnya, termasuk taipan pedalaman, dapat mencapai ukuran serupa meskipun lebih kecil dalam ukuran rata-rata. Spesimen taipan pesisir dengan panjang rata-rata 2 meter bobotnya sekitar 3 kg.[9] Menurut Musium Queensland, ukuran panjang taipan pesisir yang tercatat adalah spesimen berukuran panjang 2,9 meter dan bobotnya mencapai 6.5 kg.[8] Akan tetapi, walaupun jarang, spesimen-spesimen yang lebih besar banyak diyakini keberadaannya, termasuk spesimen-spesimen yang panjangnya mencapai 3.3 meter.[10]

Kepala taipan pesisir berukuran panjang dan sempit seperti pada mamba hitam Afrika (Dendroaspis polylepis), tetapi tidak berbentuk peti-mati. Kedua ular paling mematikan di dunia ini konvergen satu sama lain dalam beberapa aspek morfologi, ekologi, dan perilaku.[11] Taipan pesisir memiliki kening bersudut dan wajah yang berwarna pudar. Tubuhnya ramping dengan warna yang bervariasi,[12] seringnya berwarna zaitun terang atau cokelat kemerahan, tetapi beberapa spesimen bisa berwarna kelabu gelap hingga kehitaman. Warna pada sisi tubuh lebih terang, sedangkan bagian bawah tubuh (ventral) biasanya berwarna putih-krem hingga kuning muda pucat, dan sering kali terdapat noda atau flek berwarna oranye atau pink. Setiap spesimen mengalami perubahan musiman pada pewarnaan, menjadi gelap saat musim dingin dan memudar pada musim panas.[13] Mata ular ini berukuran besar dan bulat, dengan warna cokelat muda atau sering kali cokelat tua dengan pupil besar.[12][14]

Susunan sisik pada tubuh taipan pesisir terdiri dari sisik temporal sebanyak 2+3 (3+4), sisik dorsal (tubuh atas) sebanyak 21–23 baris di bagian tengah badan, sisik ventral 220–250, sisik anal tunggal (tidak terbagi), sisik subkaudal sebanyak 45–80 dan terbagi.[15]

Penyebaran dan habitat

Taipan pesisir tersebar luas di Australia bagian utara dan Pulau Papua.[16] Terdapat dua subspesies taipan pesisir:[17]

  • O. s. cani – Taipan papua, Papuan taipan, atau New Guinean taipan. Tersebar di Pulau papua bagian selatan, yang meliputi Provinsi Papua, Indonesia dan papua Nugini.[18]
  • O. s. scutellatus – Taipan pesisir. Tersebar di pesisir Australia bagian utara hingga timur, yang meliputi bagian timur-laut Australia Barat, pesisir Wilayah Utara, hingga pesisir timur Queensland.[11]

Taipan pesisir dapat ditemukan di berbagai habitat. Ular ini dapat dijumpai di daerah yang hangat dan basah hingga wilayah pesisir tropis, hutan monsoon, hutan sklerofil, hutan terbuka (woodlands), serta padang rumput baik alami maupun buatan, dan tumpukan barang yang tidak terpakai.[18][19] Taipan pesisir menyukai liang hewan yang tidak terawat, batang kayu berongga, dan tumpukan vegetasi atau dedaunan sebagai tempat berlindung.[19]

Perilaku dan reproduksi

Taipan pesisir berkelana pada siang hari (diurnal), seringnya beraktivitas menjelang siang hari, walaupun mungkin aktif pada malam hari ketika kondisi cuaca panas. Makanan utamanya adalah tikus, bandekut, dan beberapa jenis burung.

Taipan pesisir berkembangbiak dengan bertelur (ovipar). Jumlah telur yang dihasilkan sekitar 11 butir.[7]

Galeri

  • Close-up kepala
    Close-up kepala
  • Close-up kepala dengan lidah menjulur
    Close-up kepala dengan lidah menjulur
  • 330px-Coastal-Taipan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 330px-CSIRO_ScienceImage_3625_Taipan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Oxyuranus_scutellatus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  • 250px-Oxyuranus_scutellatus_221.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Daftar pustaka

Referensi

  1. ↑ Tallowin, O.; Parker, F.; O'Shea, M.; Hoskin, C.; Vanderduys, E.; Amey, A.; Couper, P. (2018). "Oxyuranus scutellatus". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2018 e.T42493166A42493177. doi:10.2305/IUCN.UK.2018-1.RLTS.T42493166A42493177.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Oxyuranus scutellatus (PETERS, 1867)". The Reptile Database. Diakses tanggal 16 Februari 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Australian Biological Resources Study (19 Maret 2013). "Subspecies Oxyuranus scutellatus scutellatus (Peters, 1867)". Australian Faunal Directory. Canberra, Australian Capital Territory: Department of the Environment, Water, Heritage and the Arts, Australian Government. Diakses tanggal 28 Juli 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "CSL Taipan Antivenom". CSL Antivenom Handbook. www.toxinology.com. Diakses tanggal 7 Desember 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Ernst, Carl H.; Zug, George R. [in Jerman] (1996). Snakes in Question: The Smithsonian Answer Book. Washington, District of Columbia, USA: Smithsonian Institution Scholarly Press. ISBN 1-56098-648-4.
  6. ↑ Thomas, Séan; Griessel, Eugene (Dec. 1999). "LD50". Diarsipkan dari asli tanggal Februari 1, 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. 1 2 "Coastal taipan (Oxyuranus scutellatus) at the Australian Reptile Online Database | AROD.com.au". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-26. Diakses tanggal 2020-03-31.
  8. 1 2 "FAQ: Snakes". Australian Venom Research Unit. University of Melbourne. Diakses tanggal 7 Desember 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-07-16. Diakses tanggal 2012-12-19.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  10. ↑ "Oxyuranus scutellatus - General Details". Clinical Toxinology Resource. University of Adelaide. Diakses tanggal 17 April 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. 1 2 Shine R, Covacevich J (1983). "Ecology of highly venomous snakes: the Australian genus Oxyuranus (Elapidae)". Journal of Herpetology. 17: 60–69. doi:10.2307/1563782.
  12. 1 2 "Coastal Taipan". Queensland Museum. Diakses tanggal 17 April 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Coastal Taipan - The Australian Museum
  14. ↑ Hoser RT (Mei 2002). "An overview of the taipans, genus Oxyuranus (Serpentes: Elapidae) including the description of a new subspecies". Crocodilian - Journal of the Victorian Association of Amateur Herpetologists. 3 (1): 43–50.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ "Devenomized - Oxyuranus scutellatus" (PDF). Devenomized. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 April 2012. Diakses tanggal 17 April 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑
  17. ↑ "Oxyuranus scutellatus (W. Peters, 1867)". Integrated Taxonomic Information System.
  18. 1 2 O'Shea, Mark (1996). A Guide to the Snakes of Papua New Guinea. Port Moresby, Papua New Guinea: Independent Publishing Group. 251 pp. ISBN981-00-7836-6.
  19. 1 2 "Animal Species: Coastal Taipan". Australian Museum. Diakses tanggal 17 April 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Publikasi

  • Barnett, Brian (1999). "Keeping and Breeding the Coastal Taipan (Oxyuranus scutellatus)". Journal of the Victorian Herpetological Society 10 (2/3): 38–45.
  • Boulenger GA (1896). Catalogue of the Snakes in the British Museum (Natural History). Volume III., Containing the Colubridæ (Opisthoglyphæ and Proteroglyphæ) ... London: Trustees of the British Museum (Natural History). (Taylor and Francis, printers.) xiv + 727 pp. + Plates I-XXV. (Pseudechis scutellatus, pp. 331–332).
  • Murray, Brendan James (2017). Venom: The heroic search for Australia's deadliest snake. Australia: Echo Publishing. 442 pp.
  • Williams, David (January 2004). "The Death of Kevin Budden". David Williams' Australian Herpetology Online.

Pranala luar

Wikispecies logo
Wikispecies mempunyai informasi mengenai Oxyuranus scutellatus.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Oxyuranus scutellatus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan