Sabtu, 31 Oktober 2026
12:11 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Tadasu no Mori

Tadasu no Mori

hutan di Jepang

Bagikan:
250px-Tadasu_no_mori_200906a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah jalinan liar semak belukar

Tadasu no Mori (糺の森), secara harfiah berarti "Hutan Koreksi," adalah suatu hutan larangan yang terkait dengan kompleks tempat suci Shinto penting yang dikenal di Jepang sebagai Kamo-jinja, terletak di dekat tepi Sungai Kamo tepat di utara di mana Sungai Takano bergabung dengan Sungai Kamo di timur laut kota Kyoto Jepang. Istilah Kamo-jinja dalam bahasa Jepang merupakan referensi umum untuk Kuil Shimogamo dan Kuil Kamigamo, kuil-kuil Kamo yang terkait secara tradisional dengan Kyoto.[1] Kamo-jinja menjalankan fungsi melindungi Kyoto dari pengaruh jahat.[2]

Hutan tersebut meliputi sekitar 12,4 hektar, yang dilindungi sebagai situs bersejarah nasional (国の史跡). Hutan ini merupakan sisa hutan primer terakhir saat ini yang terkenal belum pernah terbakar habis. Hutan tersebut pada kenyataannya telah mengalami kerusakan selama berabad-abad ketika seluruh Kyoto dibakar senasa pemberontakan dan peperangan berturut-turut, tetapi pertumbuhan hutan telah pulih berulang kali. Hutan ini dibiarkan tumbuh dalam keadaan alami, yang tidak ditanami atau dipangkas.

Hutan ini pada zaman kuno terdiri dari sekitar 4.950.000 meter persegi hutan perawan. Karena perang selama Abad Pertengahan dan sebuah dekret pada tahun ke-4 Zaman Meiji, luas hutan tersebut dikurangi menjadi sekitar 124.000 meter persegi saat ini.[3]

Situs Warisan Dunia

250px-Tadasu_no_mori_200906d.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah pohon terasing dari lainnya dalam hutan

Kawasan berhutan yang disebut dengan nama Tadasu-no-mori saat ini terletak di lingkungan Kuil Shimogamo, salah satu dari tujuh belas situs bersejarah di dan sekitar Kyoto yang pada tahun 1994 ditetapkan oleh UNESCO sebagai Monumen Bersejarah Kyoto Kuno.[butuh rujukan]

Catatan

  1. ↑ Terry, Philip. (1914). Terry's Japanese empire, p. 479.
  2. ↑ Miyazaki, Makoto. "Lens on Japan: Defending Heiankyo from Demons," Diarsipkan 2011-03-21 di Wayback Machine Daily Yomiuri. December 20, 2005.
  3. ↑ Shimogamo Shrine official web page about Tadasu-no-mori Diarsipkan 2009-07-22 di Wayback Machine Japanese

Referensi

Pranala luar

35°03′37″N 135°45′10″E / 35.06028°N 135.75278°E / 35.06028; 135.75278

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan