Selasa, 27 Oktober 2026
13:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Tabanendra Warmadewa

Bagikan:

Sang Ratu Aji Tabanendra Warmadewa adalah nama seorang raja dari Wangsa Warmadewa, yang diperkirakan pernah memerintah di Bali antara 877–889 Saka (955–967 Masehi).[1][2] Namanya disebutkan pada tiga prasasti di desa Manik Liu, bertanggal 1 bulan Srawana tahun 877 Saka; serta sebuah prasasti lain di desa Kintamani, bertanggal 6 bulan Bhadrapada, Suklapaksa tahun 889 Saka.[1]

Raja Tabanendra Warmadewa disebutkan memiliki seorang permaisuri bernama Ratu Sri Subhadrika Dharmadewi.[1][3] Ia juga disebutkan memberikan pembebasan pajak bagi beberapa desa, serta mengizinkan para pendeta membangun pertapaan di Air Madatu, yaitu tempat pemakaman raja sebelumnya (Sri Ugrasena).[1][4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Shastri, Narendra Dev Pandit (1963-01-26). Sejarah Bali Dwipa. Bhuvana Saraswati. hlm. 38-40.
  2. ↑ Sejarah. Grasindo. 2004. hlm. 64. ISBN 9789797325305.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |authors= diabaikan
  3. ↑ Wikarman, I. Nyoman Singgin (1997). Bangli tempo doeloe. Yayasan Wikarman. hlm. 13.
  4. ↑ Mustopo, M. Habib (2005). Sejarah: Untuk kelas 2 SMA. Yudhistira. hlm. 36. ISBN 9789796767076.

Lihat pula

Didahului oleh:
Ugrasena (raja Bali)
Penguasa Bali
955-967 M
Diteruskan oleh:
Indrajayasingha Warmadewa
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan