Rabu, 07 Oktober 2026
01:31 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
TORCH

TORCH

Bagikan:
Ada usul agar Penyakit Torch digabungkan ke artikel ini. (Diskusikan)
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
250px-CMV_placentitis1_mini.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mikrograf infeksi cytomegalovirus (CMV) pada plasenta (CMV placentitis), suatu infeksi yang ditularkan vertikal: ciri khas nukleus besar pada sel yang terinfeksi MV dapat dilihat agak di tengah pada bagian bawah kanan gambar, H&E stain.

TORCH adalah istilah yang mengacu kepada sejumlah infeksi yang mengakibatkan gangguan kehamilan. Istilah TORCH merupakan singkatan dari toksoplasmosis, rubella, sitomegalovirus, herpes simplex virus II (HSV-II), dan infeksi lainnya.

Dampak

Infeksi TORCH sering menimbulkan berbagai masalah kesuburan (fertilitas) baik pada wanita maupun pria sehingga menyebabkan sulit terjadinya kehamilan ataupun terjadinya keguguguran dini. Infeksi TORCH bersama dengan paparan radiasi dan obat-obatan teratogenik dapat mengakibatkan kerusakan pada embrio. Beberapa kecacatan janin yang bisa timbul akibat TORCH yang menyerang wanita hamil antara lain kelainan pada saraf, mata, otak, paru-paru, mata, telinga, terganggunya fungsi motorik, hidrosefalus, dan lain sebagainya dengan tingkat kecacatan bawaan mencapai 15 persen dari yang terinfeksi. Kekurangan gizi dapat memperberat risiko infeksi perinatal.[1]

Infeksi TORCH tidak hanya berkaitan dengan masalah kehamilan saja tetapi juga bisa meyerang orang tua, anak muda, dari berbagai kalangan, usia, dan jenis kelamin. TORCH bisa menyerang otak (misalnya timbul gejala sering sakit kepala), menyebabkan sering timbul radang tenggorokan, flu berkepanjangan, sakit pada otot, persendian, pinggang, sakit pada kaki, lambung, mata, dan sebagainya.

Klasifikasi

Penularan terjadi secara vertikal atau dari ibu ke anak (mother-to-child transmission). Infeksinya dapat disebut infeksi perinatal jika ditularkan pada periode perinatal, yaitu periode yang dimulai pada masa gestasional antara 22[2] sampai 28 minggu[3] (dengan variasi regional untuk definisi) dan berakhir tujuh hari penuh setelah kelahiran.[2]

Istilah infeksi kongenital dapat digunakan jika infeksi yang ditularkan vertikal itu masih terus dialami setelah melahirkan.

Contoh

Beberapa infeksi yang ditularkan vertikal dimasukkan ke dalam kompleks TORCH, yang merupakan singkatan dari:

  1. T – Toksoplasmosis/Toxoplasma gondii
  2. O – Other infections (infeksi lainnya)
  3. R – Rubela
  4. C – Cytomegalovirus
  5. H – Herpes simplex virus-2 atau neonatal herpes simplex

Huruf "O" merujuk kepada other agents (penyebab lain), termasuk:

Hepatitis B juga dapat digolongkan sebagai infeksi yang ditularkan vertikal, tetapi virus hepatitis B berukuran besar dan tidak dapat menembus ke plasenta, sehingga tidak dapat menginfeksi janin kecuali ada kebocoran pada barier ibu-bayi, misalnya pendarahan pada waktu melahirkan atau amniocentesis.[9]

Kompleks TORCH asalnya dianggap terdiri dari empat kondisi yang disebutkan di atas,[10] with the "TO" merujuk kepada Toxoplasma. Format empat istilah ini masih digunakan pada banyak rujukan modern,[11] dan cara penulisan huruf besar/kecil "ToRCH" juga kadang digunakan dalam konteks ini.[12] Akronim ini juga disebut sebagai TORCHES, untuk TOxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, HErpes simplex, dan Syphilis.

Perpanjangan dari akronim ini menjadi CHEAPTORCHES diusulkan oleh Ford-Jones dan Kellner pada tahun 1995:[13]

Pencegahan

Pencegahan mutlak dilakukan 3-6 bulan sebelum wanita hamil dengan vaksinasi MMR atau Rubella saja, jika ada dan vaksinasi Varicella untuk mengurangi kemungkinan keaktifan Herpes, jika sampai terkena dan sebaiknya diberikan tidak bersamaan, tetapi selang satu bulan. Dilanjutkan dengan pemeriksaan IgM dan IgG satu bulan setelah vaksinasi terakhir, jika hasil IgG positip berarti telah terjadi kekebalan dan jika IgM juga positip berarti positip terjadi infeksi (tetapi bukan karena vaksinasi) dan infeksinya harus diobati dahulu hingga hasil IgM negatip, baru boleh hamil. Jika lebih dahulu hamil, maka IgM dan IgG harus secepatnya diperiksa, jika IgM positip, maka selain harus diobati infeksinya juga dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat kemungkinan terjadinya cacat bawaan, tetapi USG tidak dapat menjamin sepenuhnya bahwa bayi yang akan dilahirkan akan sepenuhnya bebas cacat bawaan, sehingga kadang-kadang perlu dilakukan pengguguran kandungan di mana pilihan tersebut harus dilakukan oleh pasien, setelah dokter memberikan penjelasan yang cukup.

Diagnosis

Diagnosis dilakukan dengan tes ELISA. Ditemukan bahwa antibodi IgM menunjukkan hasil positif 40 (10.52%) untuk toksoplasma, 102 (26.8%) untuk Rubella, 32 (8.42%) untuk CMV dan 14 (3.6%) untuk HSV-II. Antibodi IgG menunjukkan hasil positif 160 (42.10%) untuk Toxoplasma, 233 (61.3%) untuk Rubella, 346 (91.05%) untuk CMV dan 145 (33.58%) untuk HSV-II.

Tambahan gambar

  • CMV placentitis
    CMV placentitis
  • CMV placentitis
    CMV placentitis

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Goldenberg RL (Mei 2003). "The plausibility of micronutrient deficiency in relationship to perinatal infection". J. Nutr. 133 (5 Suppl 2): 1645S–1648S. PMID 12730479.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Definitions and Indicators in Family Planning. Maternal & Child Health and Reproductive Health. Diarsipkan 2012-01-25 di Wayback Machine. By European Regional Office, World Health Organization. Revised March 1999 & January 2001. In turn citing: WHO Geneva, WHA20.19, WHA43.27, Article 23
  3. ↑ Singh, Meharban (2010). Care of the Newborn. p. 7. Edition 7. ISBN 978-81-7082-053-6
  4. ↑ Yu J, Wu S, Li F, Hu L (Januari 2009). "Vertical transmission of Chlamydia trachomatis in Chongqing China". Curr Microbiol. 58 (4): 315–320. doi:10.1007/s00284-008-9331-5. PMID 19123031.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ K E Ugen, J J Goedert, J Boyer, Y Refaeli, I Frank, W V Williams, A Willoughby, S Landesman, H Mendez, A Rubinstein (Juni 1992). "Vertical transmission of human immunodeficiency virus (HIV) infection. Reactivity of maternal sera with glycoprotein 120 and 41 peptides from HIV type 1". J Clin Invest. 89 (6): 1923–1930. doi:10.1172/JCI115798. PMC 295892. PMID 1601999.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Fawzi WW, Msamanga G, Hunter D, Urassa E, Renjifo B, Mwakagile D, Hertzmark E, Coley J, Garland M, Kapiga S, Antelman G, Essex M, Spiegelman D (1999). "Randomized trial of vitamin supplements in relation to vertical transmission of HIV-1 in Tanzania". Journal of Acquired Immune Deficiency Syndromes. 23 (3): 246–254. PMID 10839660.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Hisada M, Maloney EM, Sawada T, Miley WJ, Palmer P, Hanchard B, Goedert JJ, Manns A. (2002). "Virus markers associated with vertical transmission of human T lymphotropic virus type 1 in Jamaica". Clin Infect Dis. 34 (12): 1551–1557. doi:10.1086/340537. PMID 12032888.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  8. ↑ Lee MJ, Hallmark RJ, Frenkel LM, Del Priore G (1998). "Maternal syphilis and vertical perinatal transmission of human immunodeficiency virus type-1 infection". International Journal of Gynaecology and Obstetrics: the Official Organ of the International Federation of Gynaecology and Obstetrics. 63 (3): 246–254. doi:10.1016/S0020-7292(98)00165-9. PMID 9989893.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  9. ↑ Hepatitis B by World Health Organization (WHO), retrieved November, 2011
  10. ↑ Kinney JS, Kumar ML (Desember 1988). "Should we expand the TORCH complex? A description of clinical and diagnostic aspects of selected old and new agents". Clin Perinatol. 15 (4): 727–44. PMID 2850128.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Abdel-Fattah SA, Bhat A, Illanes S, Bartha JL, Carrington D (November 2005). "TORCH test for fetal medicine indications: only CMV is necessary in the United Kingdom". Prenat. Diagn. 25 (11): 1028–31. doi:10.1002/pd.1242. PMID 16231309.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Li D, Yang H, Zhang WH; et al. (2006). "A simple parallel analytical method of prenatal screening". Gynecol. Obstet. Invest. 62 (4): 220–5. doi:10.1159/000094092. PMID 16791006.{{cite journal}}: Penggunaan et al. secara eksplisit dalam: |author=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  13. ↑ PMID 7567307 (PMID 7567307)
    Citation will be completed automatically in a few minutes. Jump the queue or expand by hand
Gangguan pada kehamilan
Autoimun
Kelainan genetik
-
Penyakit
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan