Sabtu, 31 Oktober 2026
09:05 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Syu'bah Asa

Bagikan:
Syu'bah Asa
Lahir(1941-12-21)21 Desember 1941
Meninggal24 Juli 2011(2011-07-24) (umur 69)
Pekerjaansastrawan, wartawan, seniman
Masa aktif1960 - 1990-an

Syu'bah Asa (21 Desember 1941 – 24 Juli 2011) adalah seorang sastrawan, novelis, esais, penerjemah, seniman, dan wartawan senior Indonesia.[1] Ia menyelesaikan pendidikan sarjana muda di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Menjadi redaktur TEMPO sejak 1971 hingga 1987 sebelum pindah ke Editor pada 1987 hingga 1988. Ia aktif di Teater Muslim dan Bengkel Teater di Yogyakarta pada 1950-1969. Pada era 1970-an ia juga pernah menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta.[2]

Sebagai penulis ia banyak mengirim karya ke berbagai majalah, seperti seperti Horison, Pandji Masjarakat, Sastra, Tempo, Gema Islam, Minggu Pagi, dan Waktu. Syu'bah juga menulis sejumlah novel, di antaranya Cerita di Pagi Cerah (1960).[1]

Selain itu, ia juga banyak menulis kolom, termasuk juga puitisasi ayat-ayat Alquran dan menerjemahkan karya klasik berbahasa Arab ke bahasa Indonesia, di antaranya Maulid Syaraful Anam dan Qasidah Barzanji.[1][2]

Karier akting

Akting Syu'bah pernah menghiasi layar kaca saat ia diminta Arifin C Noer menjadi pemeran tokoh pemimpin PKI DN Aidit dalam film dokudrama propaganda kolosal "Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI" tahun 1982, yang kemudian dirilis tahun 1984.[2]

Kematian

Syubah Asa meninggal dunia tanggal 24 Juli 2011 pukul 17.00 WIB di sebuah rumah sakit di Pekalongan, Jawa Tengah karena penyakit stroke yang dideritanya dan sudah beberapa kali menjalani pengobatan.[2]

Filmografi

Film

Tahun Judul Peran Keterangan
1982 Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI D.N. Aidit

Referensi

  1. 1 2 3 "Syu'bah Asa". Ensiklopedia Sastra Indonesia. Diakses tanggal 2022-11-22.
  2. 1 2 3 4 "Syubah Asa". IdFilmCenter. Diakses tanggal 2022-11-22.


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan