Selasa, 20 Oktober 2026
09:37 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau
Syamsuddin Arif

Syamsuddin Arif

peneliti dan cendekiawan Muslim Indonesia (lahir 1971)

Bagikan:
250px-270724_Dr._Syamsuddin_Arif_INSISTS.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dr. Syamsuddin Arif dalam kegiatan Forum Sabtu INSISTS

Syamsuddin Arif (lahir 19 Agustus 1971) adalah akademisi dan peneliti bidang filsafat, teologi dan peradaban Islam dari Indonesia. Ia merupakan profesor dalam bidang Filsafat Islam Abad Pertengahan di Universitas Darussalam Gontor. Ia juga merupakan salah seorang pendiri dan peneliti di Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS).

Riwayat hidup

Syamsuddin Arif lahir di Jakarta pada 19 Agustus 1971.[1][2] Ia menamatkan pendidikan menengahnya di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo pada tahun 1989. Kemudian, ia memperdalam studinya dalam bidang ilmu Al-Qur'an sekaligus mengabdi di Majlis Qurra' wal Huffaz, Tuju-tuju Kajuara, Bone, Sulawesi Selatan. Syamsuddin meraih gelar sarjana pada tahun 1996 di Universitas Islam Antarbangsa Malaysia,[3] dan kemudian melanjutkan pendidikan magister di International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).[3]

Di ISTAC, Syamsuddin memperdalam kajian dalam bidang filsafat dan teologi, dan menyelesaikan tesis dengan judul "Ibn Sina's Theory of Intuition"[4] di bawah bimbingan pemikir dan pengkaji kebudayaan Islam asal Turki, Alparslan Açıkgenç. Pada tahun 2004, Syamsuddin Arif menyelesaikan studi doktoralnya di institusi yang sama, dengan judul disertasi "Ibn Sina's Cosmology: A Study of the Appropriation of Greek Philosophical Ideas in 11th Century Islam"[5] di bawah bimbingan pakar sains fisika dan bahasa Semitik asal Belanda, Paul Lettinck. Syamsuddin Arif melanjutkan aktivitas menjadi visiting student di Orientalisches Seminar, Universitas Goethe, Frankfurt, Jerman, dan belajar di bawah bimbingan pakar filologi Jerman, Hans Daiber.[1]

Karier

Setelah menyelesaikan studinya, Syamsuddin mengajar di Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, mulai tahun 2007 hingga 2012. Pada tahun 2012, Ia menerima undangan untuk mengajar dan menjadi staf di Raja Zarith Sofiah Centre for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilization (RZS CASIS), Universitas Teknologi Malaysia (UTM) hingga tahun 2015.[3][6]

Pada tahun 2003, Syamsuddin Arif bersama dengan Hamid Fahmy Zarkasyi dan rekan-rekan pelajar Indonesia di ISTAC, mendirikan INSISTS,[7] lembaga kajian dan penerbit swadaya masyarakat yang fokus dalam kajian pemikiran dan kebudayaan Islam. Bersama para rekan pendiri INSISTS juga, Ia menjadi dewan redaksi periodikal ISLAMIA.

Syamsuddin Arif merupakan profesor dalam bidang Filsafat Islam Abad Pertengahan di Universitas Darussalam Gontor, dikukuhkan pada tanggal 29 September 2026.[8] Pidato pengukuhan Syamsuddin membahas mengenai diskursus akal dalam kajian Filsafat Islam.[9]

Pemikiran dan karya

Syamsuddin Arif ialah salah satu dari barisan pemikir muslim konservatif yang melihat Islam dari kacamata yang lebih filosofis, optimistis dan kritis. Sebuah cakrawala ideologi yang dibangun oleh tokoh intelektual Muslim seperti Mohammad Natsir dan Mohammad Rasjidi. Mengikuti pola pemikiran tokoh pemikir Islam di ISTAC, Syed Muhammad Naquib al-Attas, Syamsuddin Arif juga dikenal sebagai penyeru Islamisasi Ilmu dan Islamic Worldview.

Pemikiran Syamsuddin Arif tentang hal itu bisa dijumpai dalam karya-karyanya, di antaranya ialah Islamic Science: Paradigma, Fakta dan Agenda (2016),[10] dan Islam dan Diabolisme Intelektual (2017),[2] yang dengan jelas menggambarkan intelektualitas keislaman.

Ia aktif meneliti, menulis dan menerbitkan karya dalam bidang pemikiran di INSISTS dan harian Republika.

Referensi

  1. 1 2 Zarkasyi, Hamid Fahmy; Salim, Mohammad Syam'un; Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization, ed. (2021). Rasional tanpa menjadi liberal: menjawab tantangan liberalisasi pemikiran Islam. Jakarta, Indonesia: Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization. ISBN 978-602-52894-7-7.
  2. 1 2 Arif, Syamsuddin (2008). Orientalis & diabolisme pemikiran (Edisi Cet. 1). Depok: Gema Insani. ISBN 978-979-077-062-1.
  3. 1 2 3 "Profil peneliti Syamsuddin 'Arif". ORCID. Diakses tanggal 2024-06-30.
  4. ↑ Arif, Syamsuddin (1999). Ibn Sina's Theory of Intuition (dalam bahasa Inggris). Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Arif, Syamsuddin (2004). Ibn Sina's cosmology: A study of the appropriation of Greek philosophical ideas in 11th-century Islam. Kuala Lumpur: International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Almahdaly, Sharifah Hajar (2021-12-31). "Individuals, Institutions, and Fellowships: A Decade of Dedication to RZS-CASIS". Chancellery of Universiti Teknologi Malaya (dalam bahasa American English). Raja Zarith Sofiah Centre for Advanced Studies on Islam, Science, and Civilization (RZS-CASIS). Diarsipkan dari asli tanggal 2024-07-05. Diakses tanggal 2024-06-30.
  7. ↑ "Latar Belakang". INSISTS (dalam bahasa American English). 2015-12-22. Diakses tanggal 2024-06-30.
  8. ↑ Putra, Dinar (2026-09-29). "UNIDA Gontor Ponorogo Kukuhkan 4 Profesor, Rektor Targetkan Pembukaan S3". INews. Diakses tanggal 2026-09-29.
  9. ↑ Damyati, Ahmad Rofi'i (2026-09-27). "Catatan dari Pengukuhan Prof. Syamsuddin Arif sebagai Guru Besar Unida Gontor". PWMU.CO. Diakses tanggal 2026-09-29.
  10. ↑ Fahmy Zarkasyi, Hamid; Bakar, Osman; Setia, Adi; Handrianto, Budi; Arif, Syamsuddin; Saliba, George, ed. (2016). Islamic science: paradigma, fakta dan agenda. Jakarta: Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations. ISBN 978-602-19985-5-7.
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Artikel bertopik biografi tokoh Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan