Senin, 02 November 2026
00:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Syair Hemop

Bagikan:

Syair Hemop (dari kata Imhoff) atau Syair Kompeni Welanda Berperang dengan Cina adalah syair berbahasa Banjar oleh Abdur Rahman yang mengisahkan tentang peristiwa Geger Pacinan di Batavia tahun 1740. Syair ini ditulis di Batavia oleh Abdur Rahman yang disebut pernah tinggal lama di sana sebagai seorang wartawan atau penulis. Syair ini menceritakan bagaimana Gustaaf Willem baron van Imhoff (sebagai tokoh utama) memerintahkan Adriaan Valckenier untuk mengirimkan penduduk Tionghoa miskin Batavia ke Sailan yang kemudian memicu konflik dan pembantaian orang-orang Tionghoa.[1][2][3][4]

W. Kern berpendapat bahwasanya syair ini ditulis sekitar 20 tahun setelah peristiwa terjadi. Karya sastra ini mengandung 3.900 syair. Meskipun menuturkan peristiwa sejarah, tetapi banyak keterangan di dalamnya yang masih diragukan atau tidak tepat.[5]

Catatan kaki

  1. ↑ Burhanudin, Jajat (2017-01-02). Islam Dalam Arus Sejarah Indonesia. Prenada Media. ISBN 978-602-422-533-9.
  2. ↑ Ricci, Ronit (2019-11-13). Banishment and Belonging: Exile and Diaspora in Sarandib, Lanka and Ceylon (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBN 978-1-108-57211-8.
  3. ↑ Fang, Liaw Yock (2013). A History of Classical Malay Literature (dalam bahasa Inggris). Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-810-3.
  4. ↑ Fang, Dr Liaw Yock (2011). Sejarah Kesusastraan Melayu Kelasik. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-778-6.
  5. ↑ "Syair Hemop". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-28.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan