Rabu, 21 Oktober 2026
20:52 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Syahrinur Prinka

Syahrinur Prinka

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Syahrinur Prinka" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
S_prinka.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Syahrinur Prinka

Syahrinur Prinka (27 Februari 1947 – 22 Desember 2004) adalah seorang perancang grafis dan pelukis berkebangsaan Indonesia yang dikenal akan keahliannya dalam seni grafis. Karya-karya grafisnya menjadi anutan para grafikawan muda. Dia dinilai memiliki keberanian kreasi untuk menghasilkan karya grafis baru di antaranya pernah mencetak gambar digital yang amat menarik sehingga berkali-kali dipamerkan.

Latar belakang

Syahrinur Prinka merupakan lulusan Seni Grafis Fakultas Seni Rupa ITB.[butuh rujukan] Ia bekerja sebagai pembuat karikatur saat bekerja untuk Majalah Tempo.[1] Selama berkarier di Tempo, ia bertugas mengatur tata muka (desain dan letak). Keterampilannya ditunjukkan dengan mengerjakan ilustrasi kolom dan rubrik gagasan tokoh-tokoh. Pola bekerja Syahrinur yang terstruktur dan disiplin membuat dirinya terus berkembang dalam dunia imajinatif.

Karya-karyanya memperlihatkan latar belakang Seni Grafis yang mengeksplorasi pendekatan fine art. Karya yang ia cantumkan untuk Tempo melengkapi rubrik kolom dengan penyaluran emosi tertentu bagi pembaca. Objek-objeknya merupakan objek keseharian yang kita temui. Objek tersebut dituangkan menjadi ilustrasi yang memberikan kesan, gambaran, dan mengundang pertanyaan bagi pembaca.

Kemudian Syahrinur menjadi seorang pengajar Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa IKJ dan mengembangkan program studi Desain Grafis IKJ. Melalui kebebasan berimajinasi, latar belakang, pendidikan, dan pengalamannya ia berhasil membangun ikatan antara karya-karya dengan ilustrasinya.

Akhir hayat

Syahrinur Pinka meninggal dunia pada 22 Desember 2004 di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat, Jakarta. Dia meninggalkan satu istri dan tiga orang anak.

Referensi

  1. ↑ Pemilu 1999 dalam Kartun untuk Demokrasi. Friedrich Naumann Stiftung. 2000. hlm. 7. ISBN 978-979-960-700-3.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan