Rabu, 30 September 2026
18:39 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh

Syafaat

Bagikan:
Artikel utama: Perantaraan

Syafaat (bahasa Arab:شفاعة) dalam Islam adalah usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu bahaya bagi orang lain yang berdosa.

Kata tersebut berasal dari kata syaf‘ (شَّفْعُ) yang bermakna "genap". Maksudnya, orang yang memberi syafaat melengkapi apa saja yang telah dicapai oleh orang lain.[1] Oleh karena itu, syafaat adalah bentuk doa kepada Allah yang dilakukan oleh orang yang dekat dengan-Nya atas nama umat beriman yang mencari pembebasan dari azab.[2][3]

Syafa'at dunia

Terdapat pertentangan mengenai siapa yang boleh menjadi perantara dengan Tuhan serta memberi syafaat. Ada yang berpendapat bahwa para pendukung Wahhabisme mengingkari syafaat Muhammad,[3] sementara pihak yang lain bersikeras bahwa mereka hanya menentang permohonan syafaat dari “orang yang telah meninggal dan sejenisnya”.[4] Masalah lainnya adalah apakah menjadikan seorang wali sebagai perantara kepada Allah "dengan permintaan tertentu" adalah halal (diperbolehkan) atau "perbuatan mengada-adakan perkara baru (bidʻah)".[5]Persoalan lainnya adalah apakah permohonan doa syafaat berisiko membuat orang semakin berani melakukan dosa, hal ini harus dianggap sebagai secercah harapan yang membawa orang-orang berdosa kembali ke jalan yang benar setelah mereka berbuat salah terhadap diri mereka sendiri.[6]

Syafa'at akhirat

Kata syafaat pada Hari Pembalasan muncul 29 kali pada Al-Qur'an, tetapi tak ada satu pun yang secara spesifik menyebutkan Muhammad atau "nabi" sebagai pemberi syafaat. Meskipun demikian, kepercayaan terhadap syafaat Muhammad adalah ajaran yang ada dalam Sunni dan Syiah serta didukung oleh hadis. Syiah juga memperluas gagasan syafaat dengan memasukkan Dua Belas Imam dan Wali.[2][6]

Keyakninan yang cukup populer di kalangan Muslim adalah bahwa Muslim "yang berdosa sekali pun" akan diselamatkan dengan syafaat Nabi Muhammad pada hari Kiamat.[7]

Bantahan Al Quran
Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda-gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak (pula) pemberi syafa'at selain daripada Allah. Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu. Q.S. Al-An`am (6) ayat ke-70

Lihat pula

Catatan kaki

Referensi

  1. ↑ Tabataba'i, Muhammad Husayn (1983). al-Mīzãn; An Exegesis of the Qur'ãn. Diterjemahkan oleh Sayid Saeed Akhtar Rizvi. Beirut: World Organization for Islamic Services. hlm. 264–293.
  2. 1 2 Dakake, Maria Massi. Seyyed Hossein Nasr (ed.). The Charismatic Community Shi˜ite Identity in Early Islam. Albany: State University of New York Press. hlm. 132–137, 172–173.
  3. 1 2 Al-Qazwini, Sayyid Moustafa (9 Januari 2013). "Inquiries About Shi'a Islam". Islam.org. The Islamic Educational Center of Orange County.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Do Wahhabis deny Shafa'ah (intercession)". Salafiyya. Diakses tanggal 28 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Heck, Paul L. (2012). "An Early Response to Wahhabism from Morocco: The Politics of Intercession". Studia Islamica. 107 (2): 235–254. doi:10.1163/19585705-12341247.
  6. 1 2 Sobhani, Ayatollah Ja'far (2001-09-27). Reza Shah-Kazemi (ed.). doctrines of shii islam; A Compendium of Imami Beliefs and Practices. Diterjemahkan oleh Reza Shah-Kazemi. London: I.B.Tauris Publishers. hlm. 132–137. ISBN 978-1-86064-780-2.
  7. ↑ Smith & Haddad, Islamic Understanding, 1981: p.81

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan