Senin, 26 Oktober 2026
17:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Swastika hutan

Bagikan:

Swastika hutan adalah sekelompok pohon berderet membentuk swastika, simbol Nazi Jerman dalam ukuran besar. Lantaran masih trauma dengan Perang dunia kedua, warga setempat kemudian menebangi pepohonan tersebut.

Sebanyak 57 batang cemara berbentuk swastika dalam petak seluas 60 meter persegi ini berhasil ditemukan di antara pohon-pohon cemara lain dari jenis yang berbeda. Bahkan perbedaan tersebut tampak nyata dari warna daunnya, terutama saat musim gugur seperti sekarang. Pepohonan berderet itu ditemukan pada sebuah cagar alam, tak jauh dari Desa Zernikow, negara bagian Brandenburg, sekitar 100 kilometer sebelah utara Kota Berlin.

Keberadaan simbol swastika itu baru diketahui pada tahun 1992, hampir lima dasawarsa setelah jatuhnya Nazi pascaperang dunia kedua. Diduga pohon-pohon tersebut dibentuk seperti lambang nazi oleh seorang pemuja diktator Nazi Adolf Hitler pada tahun 1938. Sebelumnya, upaya penebangan pernah dilakukan pada tahun 1995. Namun, pohon yang ditebang kurang dari 50 persen dari jumlah keseluruhan sehingga tumbuh kembali.

Insiden yang sama

Pada September 2006 The New York Times mengabarkan swastika hutan lainnya di Eki Naryn, Kyrgyzstan, di dekat Pegunungan Tian Shan.41°26′53″N 76°23′28″E / 41.448°N 76.391°E / 41.448; 76.391. Luas swastika tersebut sekitar 600 kaki (200 m). Mitos dan legenda pun berkembang mengenai bagaimana dan kapan swastika tersebut ditanam di teritorial Soviet.[1]

Sumber

Bibliografi

Catatan kaki

  1. ↑ C. J. Chivers (September 16, 2006). "Secrets and lies shroud origins of giant swastika". The New York Times . Retrieved April 9, 2009.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan