Minggu, 04 Oktober 2026
09:42 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Svend Pri

pemain bulu tangkis

Bagikan:

Svend Pri (memiliki nama asli Svend Andersen; 18 Maret 1945 – 8 Juni 1983) merupakan pemain bulu tangkis dunia asal Denmark.[1] Pada usia 20 tahun ia sudah menjuarai banyak pertandingan bulu tangkis di negerinya.[1] Seiring berjalannya waktu, ia mengubah namanya dari Sven Andersen menjadi Svend Pri, menyusul nama-nama legendaris lainnya yang berasal dari negerinya, seperti John Scharup, Finn Kobbero, dan Erland Korps. Ia merupakan salah satu pemain dengan senjata emas forehand terbaik di dunia.[1] Selain itu, ia juga terkenal sangat gigih di lapangan, kemampuan jantung yang bagus, dan memiliki sistem perspirasi istimewa, sehingga di negeri dengan iklim tropis pun, ia mampu bermain dengan baik.[1]

Pada tahun 1970 dan 1972, ia menjadi lawan Rudy Hartono pada Final All England, tapi sayangnya belum berhasil. Kemudian pada tahun 1973 di Jakarta, dalam final Piala Thomas, ia berhasil dan menjadi penyumbang angka satu-satunya bagi regu Denmark atas Indonesia atas 9 partai yang dipertandingkan. Pada tahun 1975, ia mencapai kesuksesan tertinggi di All England karena mampu menghentikan laju kemenangan Rudy Hartono.[2] Namun sayangnya, pada tahun 1981, ia mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain bulu tangkis. Dua tahun kemudian, ia dikabarkan meninggal dunia akibat bunuh diri karena kehidupan rumah tangga dan bisnisnya yang jatuh.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 Shadily, Hasan (1984). Ensiklopedia Indonesia - Jilid 6. Jakarta: Ichtiar Baru - Van Hoeve. hlm. 3395.
  2. ↑ Sasongko, Tjahjo. Sasongko, Tjahjo (ed.). "Kekalahan Paling Menyakitkan Rudy Hartono (1)". Kompas.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-12-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan