Kamis, 01 Oktober 2026
21:30 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Suyat

Bagikan:

Suyat adalah aktivis era reformasi 1998 yang diculik pada tanggal 12 Februari 1998 dan hingga kini hilang. Ia merupakan aktivis PRD dan SMID. Hilangnya Suyat membuat harapan memperbaiki keluarga, sebagai anak satu-satunya yang hampir lulus kuliah di Jurusan Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial Politik, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta, tidak pernah terjadi. Kini kedua orangtuanya hanya bisa berjualan tauge di pasar. [1]

Aktivisme

Setelah sebelumnya sering manjadi barisan pelopor di berbagai demonstrasi, ia kemudian mulai melakukan aksi secara mencolok dalam aski melompati pagar Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, pada tanggal 7 Desember 1995, guna menuntut referendum untuk Timor Leste. Aksi tersebut dibubarkan oleh aparat dan pesertanya dipukuli oleh aparat dan preman. Beberapa hari kemudian ia ikut lagi dalam aksi pemogokan buruh PT Sritex, dan kembali dipukuli. Tanggal 8 Juli 1996, Suyat menjadi barisan pelopor aksi pemogokan 10 pabrik di Surabaya. Ia sempat vakum sebentar, sebelum akhirnya aktif kembali sebagai pengurus KNPD dan terlibat dalam aksi pencalonan Mega-Bintang sebagai calon pengganti Soeharto pada Pemilu 1997. [2]

Kronologi penculikan

Tanggal 11 Februari 1998, malam hari, rumah keluarganya didatangi sepuluh aparat berpakaian preman. Setelah seluruh kamar diperiksa dan gagal menemukan Suyat, mereka mengambil paksa Suyatno, kakak kedua Suyat dengan mata tertutup. Ia kemudian diinterogasi dengan cara dipukul di ulu hati. Setelah Suyat ditemukan di Desa Sumber, Suyatno diturunkan di Desa Karang Rejo. Setelah itu tak ada sama sekali kabar keberadaan Suyat. [1]

Kehidupan personal

Ia anak dari pasangan Tamiyem dan Paimin. Ia memiliki beberapa kakak, salah satunya bernama Suyatno dan Suyadi yang menjadi saksi pencarian Suyat oleh aparat.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan