Senin, 02 November 2026
21:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Suwarno Wisetrotomo

Bagikan:
Wikifikasi
Artikel ini perlu diwikifikasi agar memenuhi standar kualitas Wikipedia. Anda dapat memberikan bantuan berupa penambahan pranala dalam, atau dengan merapikan tata letak dari artikel ini.
Untuk keterangan lebih lanjut, klik [tampil] di bagian kanan.
  • Mengganti markah HTML dengan markah wiki bila dimungkinkan.
  • Tambahkan pranala wiki. Bila dirasa perlu, buatlah pautan ke artikel wiki lainnya dengan cara menambahkan "[[" dan "]]" pada kata yang bersangkutan (lihat WP:LINK untuk keterangan lebih lanjut). Mohon jangan memasang pranala pada kata yang sudah diketahui secara umum oleh para pembaca, seperti profesi, istilah geografi umum, dan perkakas sehari-hari.
  • Sunting bagian pembuka. Buat atau kembangkan bagian pembuka dari artikel ini.
  • Susun header artikel ini sesuai dengan pedoman tata letak.
  • Tambahkan kotak info bila jenis artikel memungkinkan.
  • Hapus tag/templat ini.

SUWARNO WISETROTOMO lahir Kulon Progo, 10 Januari 1962. Suwarno Wisetrotomo adalah salah satu seniman grafis Jojga. Menempuh pendidikan di jurusan seni grafis di ISI Yogyakarta dan Dosen Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta, tapi ia lebih aktif pada dunia kuratorial dan kritik seni. Suami dari Dra.Arini Octaviani ini sejak kecil mengaku sudah mulai bersinggung dengan dunia menggambar dan terbiasa mendengan nama-nama seniman kenamaan seoerti Affandi dan Raden Saleh. Bahkan dengan bakat yang ia miliki, salah satu gurunya pernah menggadang Suwarno menjadi seperti Raden Saleh yang terkenal dengan mitos bahwa karyanya konon menipu mata.

Kedekatan imaji Suwarno dengan orang besar seni rupa menjadi inspirasi baginya, dan kemudian memunculkan obsesi. ia kerap diutus sebagai duta sekolahnya dalam lomba gambar dan meraih juara meski tak selalu yang nomor satu. setamat sekolah dasar ia meneruskan ke Sekolah Seni Rupa Indonesia (SMSR), Lulus 1982. Pada masa-masa menjalani pendidikan seni formal ini Suwarno semakin optimis atas jalan yang ia tempuh.

Dosen Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta ini punya pandangan tersendiri terhadap dunia seni. Menurutnya dunia seni ialah dunia yang tanpa punya batasan makna dan wilayah. Dunia yang dapat menyampaikan sebagai pesan dalam bentu karya atau visual, tanpa terpengaruh masalah bahasa.[1] Karena itu sebuah karya seni bisa dinikmati dan dipahami idenya oleh siapa pundan dari mana pun asalnya tanpa transliterasi bahasa. ia menuturkan lewat dunia seni apa pun bisa disuarakan. Dunia seni juga punya potensi untuk membangun saling pengertian, disuarakan kritisisme dalam nilai kemanusian, politik, kulturar, bahkan filsafat. Seni bisa membangun sensitivisme seniman dan penikmat seni itu sendiri dengan melihat keadaan lingkungan sekitar atau kondisi aktual lingkungan.

Khususnya duia kuratoral dan kritik seni, Lulusan S2 Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Program Studi Sejarah dan Mahasiswa/ Peserta Program Doktor (S3) ia memerankan diri sejak awal membuat tulisan dan kritik terhadap karya seni.

Penulis

  • Paradoks Mochtar Apin, oleh Burhan, M. Agus, Wisetrotomo, Suwarno dan Supriyanto, Enin merupakan upaya untuk melihat Mochtar Apin secara utuh melalui sejumlah tulisan oleh para penulis. Edwin's Gallery, Indonesia, 202 hlm bergambar. ISBN 9789792569827. 2014

Referensi

  1. ↑ 1978-, Dahlan, Muhidin M.,. Almanak seni rupa Indonesia : secara istimewa Yogyakarta. [Jakarta]. ISBN 9789791436298. OCLC 848263279.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan