Sabtu, 24 Oktober 2026
08:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Sutra Bizantium

Sutra Bizantium

Bagikan:
250px-Paris_psaulter_gr139_fol7v.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daud, antara personifikasi kebijaksanaan dan nubuat, digambarkan mengenakan sutra Bizantium tersusun. Psalter Paris, abad ke-10.

Sutra Byzantium adalah sutra yang dihasilkan di Kekaisaran Bizantium dari sekitar abad keempat sampai Kejatuhan Konstantinopel pada 1453.

Ibu kota Bizantium Konstantinopel merupakan pusat penghasil sutra signifikan pertama di Eropa. Sutra merupakan salah satu komoditas paling penting dalam ekonomi Bizantium, yang digunakan oleh negara sebagai alat pembayaran dan diplomasi.[1] Sutra mentah dibawa dari Tiongkok dan dijadikan kain-kain murni berharga tinggi di seluruh dunia. Kemudian ulat-ulat sutra diselundupkan ke Kekaisaran tersebut dan perdagangan sutra melalui darat secara bertahap menjadi kurang berpengaruh. Setelah masa pemerintahan Yustinianus I, pabrik dan penjualan sutra menjadi monopoli kekaisaran, hanya dapat diproses di pabrik-pabrik kekaisaran, dan dijual kepada para pembeli terotorisasi.[1]

Catatan

  1. 1 2 Laiou, Angeliki. "Exchange and Trade Diarsipkan 2011-06-08 di Wayback Machine". In Laiou (2002), p. 703

Referensi

  • Burnham, Dorothy K. (1980) Warp and Weft, A Textile Terminology, Royal Ontario Museum, ISBN 0-88854-256-9.
  • Dodwell, C.R. (1982) Anglo-Saxon Art, A New Perspective, Manchester UP, ISBN 0-7190-0926-X (US edn. Cornell, 1985)
  • Feltham, Heleanor B. (2009) Justinian and the International Silk Trade, in: Sino-Platonic Papers, No.: 194 (2009).
  • Hoffman, Eva R. (2007): Pathways of Portability: Islamic and Christian Interchange from the Tenth to the Twelfth Century, in: Hoffman, Eva R. (ed.): Late Antique and Medieval Art of the Mediterranean World, Blackwell Publishing, ISBN 978-1-4051-2071-5
  • Jenkins, David, ed. (2003) The Cambridge History of Western Textiles, Cambridge University Press, ISBN 0-521-34107-8.
  • Mannas, Lisa (2008) Merchants, Princes and Painters: Silk Fabrics in Northern and Italian Paintings 1300–1550, Appendix I:III "Medieval Silk Fabric Types and Weaves", Yale University Press, ISBN 978-0-300-11117-0
  • Laiou, Angeliki E., ed. (2002), The Economic History of Byzantium: From the Seventh through the Fifteenth Century Diarsipkan 2012-02-18 di Wayback Machine, Dumbarton Oaks.
  • Schoeser, Mary. (2007) Silk, Yale University Press, ISBN 0-300-11741-8.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Byzantine textiles.
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan