Rabu, 23 September 2026
09:31 WIB
TERKINI
Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Berita Terkuak: Modus Dua Pria Raup Jutaan dari Konten Mesum 'A Day in My Life' Berita Fenomena Bau Tak Sedap Malam Hari di Transjakarta Koridor 8 Jadi Sorotan Berita Bupati Boltara Sirajudin Lasena Terjaring OTT KPK, Proyek Jalan Disorot Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis
Ketegangan

Ketegangan

perasaan ketidakpastian dan kecemasan terhadap hasil dari tindakan tertentu

250px-Suspense_%281919%29_-_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cuplikan dari film tahun 1919 berjudul Suspense

Ketegangan adalah keadaan kecemasan atau kegembiraan yang disebabkan oleh kemisteriusan, ketidakpastian, keraguan, atau ketidakpastian hasil.[1] Dalam sebuah karya naratif, ketegangan adalah antisipasi penuh gairah dari penonton terhadap alur cerita atau konflik (yang dapat diperkuat oleh momen kekerasan, adegan menegangkan, teka-teki, misteri, dan lain-lain),[2][3][4][5] khususnya ketika hal tersebut memengaruhi seorang karakter yang menimbulkan simpati dari penonton.[6] Namun, ketegangan tidak terbatas pada karya naratif saja.

Dalam narasi

Dalam sastra, film, televisi, dan drama panggung, ketegangan adalah perangkat utama untuk menarik dan mempertahankan minat. Ketegangan dapat terdiri dari beberapa jenis utama: dalam satu jenis, hasilnya tidak pasti dan ketegangan terletak pada pertanyaan tentang siapa, apa, atau bagaimana; dalam jenis lain, hasilnya tidak dapat dihindari berdasarkan peristiwa sebelumnya, dan ketegangan terletak pada antisipasi cemas atau ketakutan penonton terhadap pertanyaan kapan.[7] Pembaca merasakan ketegangan ketika mereka sangat penasaran tentang apa yang akan terjadi selanjutnya, atau ketika mereka mengetahui apa yang kemungkinan akan terjadi tetapi tidak mengetahui bagaimana hal itu akan terjadi. Bahkan dalam fiksi sejarah, dengan karakter yang kisah hidupnya sudah dikenal luas, alasan kenapa di balik peristiwa tersebut biasanya menghadirkan ketegangan dalam novel.[8]

Salah satu unsur pendukung ketegangan adalah padah, seperti yang terlihat dalam petunjuk tentang krisis nasional atau revolusi dalam The House of the Spirits (1982) karya Isabel Allende.[9]

Contoh

  • Dalam Oidipus Sang Raja (429 SM) karya Sofokles, ketegangan dicapai melalui penahanan informasi bahwa Oidipus sendiri telah membunuh Laius, ayahnya. Selama drama berlangsung, para penonton, yang menyadari bahwa Oidipus pada akhirnya akan menemukan kebenaran tersebut, ikut merasakan ketidakpastian dan ketakutan sang tokoh saat ia mengejar kebenaran tentang masa lalunya sendiri.[10]
  • Dalam cerita "Jean-ah Poquelin" (1875) karya George Washington Cable, pembaca ingin mengetahui penyebab bau aneh dan hilangnya seorang saudara secara misterius.[11]
  • Dalam Pudd'nhead Wilson (1895) karya Mark Twain, pembaca menantikan hasil dari pertukaran seorang bayi kulit hitam dengan bayi kulit putih.[12]
  • Dalam A Gathering of Old Men (1983) karya Ernest J. Gaines, pembaca menunggu keputusan pengadilan dalam sebuah persidangan pembunuhan.[13]

Paradoks ketegangan

Beberapa penulis telah mencoba menjelaskan "paradoks ketegangan", yaitu: ketegangan naratif yang tetap efektif bahkan ketika ketidakpastian dinetralisasi, karena penonton yang mengulang sudah mengetahui dengan tepat bagaimana cerita berakhir.[14][15][16][17][18] Beberapa teori berasumsi bahwa penonton yang benar-benar mengulang sangat jarang, karena dalam pengulangan, kita biasanya melupakan banyak detail cerita dan minat muncul akibat celah ingatan tersebut;[19] teori lain menyatakan bahwa ketidakpastian tetap ada bahkan pada cerita yang sering diceritakan, karena selama keterlibatan dalam dunia fiksi, kita secara fiktif melupakan apa yang secara faktual kita ketahui[20] atau karena kita mengharapkan dunia fiksi menyerupai dunia nyata, sebab pengulangan suatu peristiwa secara persis merupakan hal yang tidak mungkin.[21]

Pandangan Yanal bersifat lebih radikal dan menyatakan bahwa ketegangan naratif yang tetap efektif dalam pengulangan sejati harus dibedakan secara jelas dari ketegangan yang sebenarnya, karena ketidakpastian merupakan bagian dari definisi ketegangan. Baroni mengusulkan untuk menamai jenis ketegangan ini sebagai rappel, yaitu ketegangan yang daya tariknya bergantung pada kemampuan penonton untuk mengantisipasi secara sempurna apa yang akan terjadi, suatu prapengetahuan yang sangat menyenangkan terutama bagi anak-anak yang berhadapan dengan dongeng yang sudah dikenal. Baroni menambahkan bahwa jenis ketegangan lain tanpa ketidakpastian dapat muncul dari percanggahan sesekali antara apa yang diketahui pembaca tentang masa depan (daya pikir) dan apa yang diinginkannya (kemauan), khususnya dalam tragedi, ketika tokoh utama pada akhirnya mati atau gagal (ketegangan melalui percanggahan).[22]

Lihat pula

Catatan

Referensi

Bacaan lebih lanjut

  • Baroni, R. (2009). L'oeuvre du temps. Poétique de la discordance narrative, Paris: Seuil.
  • Brooks, P. (1984). Reading for the Plot: Design and Intention in Narrative, Cambridge: Harvard University Press.
  • Grivel, C. (1973). Production de l'intérêt romanesque, Paris & The Hague: Mouton.
  • Kiebel, E.M. (2009). The Effect of Directed Forgetting on Completed and Interrupted Tasks. Presented at the 2nd Annual Student-Faculty Research Celebration at Winona State University, Winona MN. Lihat daring .
  • McKinney, F. (1935). "Studies in the retention of interrupted learning activities", Journal of Comparative Psychology, vol n° 19(2), p. 265–296.
  • Phelan, J. (1989). Reading People, Reading Plots: Character, Progression, and the Interpretation of Narrative, Chicago, University of Chicago Press.
  • Prieto-Pablos, J. (1998). "The Paradox of Suspense", Poetics, n° 26, p. 99–113.
  • Ryan, M.-L. (1991), Possible Worlds, Artificial Intelligence, and Narrative Theory, Bloomington: Indiana University Press.
  • Schaper, E. (1968), "Aristotle's Catharsis and Aesthetic Pleasure", The Philosophical Quarterly, vol. 18, n° 71, p. 131–143.
  • Sternberg, M. (1978), Expositional Modes and Temporal Ordering in Fiction, Baltimore and London: Johns Hopkins University Press.
  • Sternberg, M. (1992), "Telling in Time (II): Chronology, Teleology, Narrativity", Poetics Today, n° 11, p. 901–948.
  • Sternberg, M. (2001), "How Narrativity Makes a Difference", Narrative, n° 9, (2), p. 115–122.
  • Van Bergen, A. (1968) Task interruption. Amsterdam: North-Holland Publishing Company.
  • Vorderer, P., H. Wulff & M. Friedrichsen (eds) (1996). Suspense. Conceptualizations, Theoretical Analyses, and Empirical Explorations, Mahwah: Lawrence Erlbaum Associates.
  • Zeigarnik, B. (1927). Das Behalten erledigter und unerledigter Handlungen. Psychologische Forschung, 9, 1–85.
  • Zeigarnik, B. (1967). On finished and unfinished tasks. In W. D. Ellis (Ed.), A sourcebook of Gestalt psychology, New York: Humanities press.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan