Kamis, 24 September 2026
06:22 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Sushun

Sushun

Sushun
250px-%E8%82%85%E9%A0%86.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir26 November 1816
MeninggalSeptember 1861
AyahUlgungga, Pangeran Zheng
PasanganNyonya Liugiya
WangsaAisin Gioro

Sushun (Hanzi:肃顺; Hanzi tradisional: 肅順; Hanzi:Sùshùn); Yuting (Hanzi:雨亭; Pinyin:Yǔtíng) (1816– 1861) lahir di klan Aisin-Gioro Manchu sebagai putra ke-6 Ulgungga (乌尔恭阿), Pangeran Zheng.

Meskipun Sushun lahir dalam kehidupan bangsawan, besarnya keluarganya berarti ia menerima sedikit perhatian selama masa kecilnya. Ia menjadi jendral pada tahun-tahun terakhir era kekuasaan Kaisar Daoguang. Dengan kematian Wenqing, salah satu penasehat terdekat Kaisar Xianfeng, Sushun menjadi lebih sering diminta konsultasi oleh kaisar dalam berbagai hal.

Dengan kematian Kaisar Xianfeng tahun 1861, Sushun, Duanhua, dan Zaiyuan, bersama dengan 5 orang penting lainnya di istana Qing, terpilih sebagai regent untuk mengurus masalah administratif selama era kekuasaan Kaisar Tongzhi. Namun, tanpa memperoleh cap dari ibusuri, Regent tidak dapat melakukan kebijakan penting, yang menyebabkan masalah politik di istana. Pada November 1861, saudara kaisar yang telah meninggal Pangeran Gong dan kedua ibusuri, Ci'an dan Cixi, melakukan kudeta. Sushun dan teman-temannya dipancung tahun 1861 dengan alasan pengkhianatan.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan