Senin, 19 Oktober 2026
20:03 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Surau Bulian

Surau Bulian

masjid di Indonesia

Bagikan:
Surau Bulian
330px-Surau_Bulian_PDRI.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surau Bulian pada 2021
Agama
AfiliasiIslam
Lokasi
osm-intl,13,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Surau_Bulian&revid=29977535&groups=_6826b7d2c013d1b218a8456c79658af510ca46f1&parser=parsoid
Peta interaktif Surau Bulian
LokasiNagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat
NegaraIndonesia
Koordinat1°25′S 101°22′E / 1.41°S 101.36°E / -1.41; 101.36
Arsitektur
TipeSurau

1°24′47″S 101°21′31″E / 1.413099°S 101.358632°E / -1.413099; 101.358632 Surau Bulian adalah bekas stasiun radio PHB Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang terletak di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Surau dengan nama panggilan UDO ini memungkinkan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) terhubung ke dunia internasional. Stasiun radio tersebut melayani rombongan PDRI yang dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara selama perjalanan gerilya di Sumatera Barat.[1]

Meskipun berperan penting menyiarkan perjuangan bangsa Indonesia ke mancanegara, keberadaan stasiun radio PHB AURI UDO tidak diketahui lagi. Menurut keterangan Umar Said Noor, stasiun radio ini dibawa ke Pulau Jawa dan dipreteli untuk dijadikan suku cadang radio lain.[2]

Sejarah

Nagari Bidar Alam menjadi basis kedudukan PDRI sejak 7 Januari hingga 25 April 1949. Di sini, Ketua PDRI Syafruddin Prawiranegara menjalankan roda pemerintahannya. Bersamanya, ikut rombongan yang membawa stasiun radio dari Bukittinggi untuk ditempatkan dan dioperasikan di Surau Bulian. Alat pemancar yang digunakan adalah tipe MK III 19 Set Helicraft Wireless berukuran 30 x 60 cm dengan tinggi 20 cm. Tenaga penggerak listriknya diperoleh dari dua baterai accu masing-masing berkekuatan 12 volt yang dapat diisi dengan sebuah handy generator. Stasiun radio tersebut selalu menjadi tumpuan bagi PDRI.

Sewaktu menjadi stasiun radio, Surau Bulian ditempati oleh kira-kira 15 orang petugas sender radio. Dekat surau ini tumbuh sebatang beringin yang cukup tinggi dan rindang yang dimanfaatkan oleh petugas sender radio untuk menggantungkan kabel-kabel .

Awak stasiun radio di Surau Bulian yakni Dick Tamimi selaku penanggung jawab, Koesnadi, dan Oedojo. Nama panggilan stasiun radio ini, UDO merujuk pada singkatan Oedojo.[2] Mengingat frekuensi pemberitaan di Bidar Alam sebagai pusat pemerintahan PDRI sangat dibutuhkan tenaga-tenaga yang ahli khususnya di bidang sandi, maka KSAU Opsir Udara I H. Soejono dan Opsir Udara II Iskandar menunjuk dua orang tenaga tambahan dari Pangkalan Udara Jambi yaitu OMU Umar Said Noor (perwira sandi)[3] dan Zainal Abidin (telegrafis). Mereka tiba di Bidar Alam awal bulan Maret 1949 dengan membawa satu dirigen pelumas/oli untuk generator PHB.[4]

Signifikansi

Untuk menjaga rahasia, stasiun radio ini lebih sering beroperasi pada malam hari, yang dimulai pada pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 04.00 WIB. Berkat perjuangan mereka inilah komunikasi dengan Panglima Besar Soedirman, Kolonel A.H Nasution dan Kolonel T.B. Simatupang di Jawa dapat terselenggara, sehingga perkembangan situasi perjuangan yang ada di Pulau Jawa dapat diketahui dengan cepat.

Melalui pemancar radio ini pula, Sjafruddin Prawiranegara selaku Ketua PDRI mengeluarkan pengumuman penting, antara lain ucapan selamat dari PDRI kepada Jawaharlal Nehru atas pelantikannya sebagai Perdana Menteri India.

Kondisi saat ini

Surau Bulian saat ini digunakan sebagai tempat Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA/TPQ). Bangunannya terdiri dari dua tingkat dengan denah dasar berukuran 4 x 5 meter. Atapnya berupa seng.

Rujukan

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Surau Bulian.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan