Senin, 02 November 2026
13:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Surapari deli

Surapari deli

Bagikan:
Surapari deli
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Calamaria
Spesies:
C. forcarti
Nama binomial
Calamaria forcarti
Inger & Marx, 1965
250px-Calamaria_forcarti_distribution.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sinonim[2]

Calamaria forcarti, juga dikenal sebagai surapari deli,[3] adalah spesies ular dalam subfamili Calamariinae dari famili Colubridae . Spesies ini asli Indonesia .

Etimologi

Nama spesifiknya, forcarti, diberikan untuk menghormati Lothar Forcart (1902–1990), seorang ahli zoologi Swiss yang berspesialisasi dalam malakologi dan herpetologi. : 92 

Pemerian

Calamaria forcarti menunjukkan ciri diagnostik berikut : 1) Sisik mental ersentuhan dengan perisai dagu anterior 2) Terdapat sisik preokular 2) Sisik labial atas ketiga dan keempat bersentuhan dengan mata 4) Jantan memiliki lebih dari 175 sisik ventral sedangkan letina lebih dari 190. 5) Punggung berwarna cokelat, tanpa garis atau lurik 6) Perut berwarna kuning.

Distribusi geografis

Di Indonesia Calamaria forcarti banyak ditemukan di provinsi Sumatera Utara, termasuk Pulau Nias .

Habitat

Habitat alami yang disukai oleh Calamaria forcarti adalah hutan di ketinggian di bawah 100 m (330 ft) .

Perilaku

Calamaria forcarti adalah tumbuhan terestrial yang hidup di serasah daun di lantai hutan.

Perkembangbiakan

Calamaria forcarti bersifat ovipar .

Referensi

  1. ↑ Inger, R.F.; Iskandar, D. (2020) [amended version of 2012 assessment]. "Calamaria forcarti ". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2020 e.T192030A176109582. doi:10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T192030A176109582.en. Diakses tanggal 20 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Spesies Calamaria forcarti di The Reptile Database
  3. ↑ "Ular darat Indonesia (Seri 1)". Serpentes di Indonesia.

Bacaan lebih lanjut

  • Gemel, R.; Gassner, G.; Schweiger, S. (2019). "Katalog der Typen der Herpetologischen Sammlung des Naturhistorischen Museums Wien — 2018 ". Annalen des Naturhistorischen Museums Wien. Serie B, Botanik und Zoologie. 121 (33–248). (Calamaria forcarti, p. 172). (in German, with an abstract in English).
  • Inger, R.F.; Marx, H. (1965). "The Systematics and Evolution of the Oriental Snakes of the Genus Calamaria ". Fieldiana: Zoology. 49: 1–304. (Calamaria forcarti, new species, pp. 184–186).
  • Inger, R.F.; Voris, H.K. (2001). "The biogeographical relations of the frogs and snakes of Sundaland". Journal of Biogeography. 28: 863–891.
  • Wallach, V.; Williams, K.L.; Boundy, J. (2014). Snakes of the World: A Catalogue of Living and Extinct Species. Boca Raton, Florida: CRC Press, a division of Taylor & Francis Group. ISBN 978-1-4822-0847-4. xxviii + 1,209 pp. (Calamaria forcarti, p. 136).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan