Selasa, 13 Oktober 2026
03:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Supersesionisme

Bagikan:

Supersesionisme adalah sebuah teologi yang menganggap agama Yahudi tidak lagi absah atau valid setelah kedatangan Kristen. Polemik Kristen-Yahudi tersebut berpengaruh terhadap konsep abrograsi (naskh) dalam tradisi Islam, yakni bahwa Islam menghapuskan agama-agama sebelumnya, terutama Yahudi dan Kristen.

Asal-usul dan perkembangan teologi supersesionisme dalam sejarah Gereja cukup kompleks dan tak bisa hanya dilacak pada ayat-ayat eksklusif dalam Alkitab. Namun banyak sarjana berargumen bahwa supersesionisme bermula dari pandangan para penulis Perjanjian Baru. Pada akhirnya, klaim-klaim eksklusif Kristen bukan hanya diarahkan pada Yahudi, melainkan juga sekte-sekte sempalan dalam tradisi Kristen sendiri. Puncaknya ialah lahirnya doktrin Gereja “Extra ecclesiam nulla salus” (di luar Gereja tidak ada keselamatan). Walaupun doktrin ini muncul sebagai reaksi terhadap sekte-sekte (bidaah) yang tak diakui Gereja, cakupannya diperluas meliputi agama apa pun selain Kristen.

Doktrin tersebut tidak lagi menggambarkan sikap Gereja saat ini terhadap agama lain, atau–setidaknya–dipahami berbeda. Setelah Konsili Vatikan II (1962-1965), pandangan negatif tentang agama lain mulai berkurang.[1]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik Kristen ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan