Jumat, 23 Oktober 2026
16:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Sungai Rupnarayan

Sungai Rupnarayan

Bagikan:
250px-Rupnarayan_River_from_Kolaghat_Bridge_01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aliran sungai Rupnarayan di Distrik Purba Medinipur.

Sungai Rupnarayan adalah sebuah sungai yang mengalir melintasi distrik-distrik di wilayah negara bagian Benggala Barat, India. Hulu sungai Rupnarayan terletak pada pertemuan antara aliran sungai Dwarakeswar dengan sungai Shilabati. Aliran sungai Rupnarayan berakhir dengan bertemu sungai Hugli. Daerah tangkapan air sungai Rupnarayan adalah anak-anak sungainya dan drainase di Distrik Paschim Medinipur. Penyerapan air di daerah hilir sungai Rupnarayan terbatasi oleh sedimentasi dengan jenis sedimen berupa lumpur.

Daerah aliran sungai

250px-Damodar_Map.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah aliran sungai Rupnarayan.

Panjang aliran sungai Rupnarayan adalah 72 km.[1] Aliran sungai Rupnarayan bermula di Distrik Paschim Medinipur pada pertemuan antara aliran sungai Dwarakeswar dengan sungai Shilabati. Lokasi pertemuannya di Desa Pratappur, sekitar 6 kilometer di sebelah timur Sub-Distrik Ghatal. Titik koordinatnya antara 22°40'16.94" Lintang Utara dan 87°46'42.57" Bujur Timur.[1][2] Setelah itu, sungai Rupnarayan bertemu dengan anak sungai dari sungai Damodar.[2] Sungai Rupnarayan berakhir dengan bertemu sungai Hugli di perbatasan bagian timur dari Distrik Purba Medinipur di pinggiran selatan negara bagian Benggala Barat.[3] Lokasi pertemuannya di Desa Geonkhali pada titik koordinat 22°12'41.58" Lintang Utara dan 88°3'13.99" Bujur Timur.[1]

Daerah tangkapan air

Aliran sungai Rupnarayan berasal dari anak-anak sungainya yang utama yaitu sungai Dwarakeswar, sungai Shilabati, sungai Kangsabati, dan sungai Mundeswari. Selain itu, sungai Rupnarayan memiliki beberapa anak sungai yaitu sungai Kana, sungai Polashpai, dan sungai Durbachati. Sungai Rupnarayan juga menerima aliran air dari beberapa drainase di Distrik Paschim Medinipur, yaitu Kata Khal, Bakshi Khal, dan Chandreshwar Khal. Aliran pasang surut dari Teluk Benggala juga mengalir ke sungai Rupranayan.[4]

Sedimentasi

Sedimentasi terjadi di hilir sungai Rupnarayan dengan jenis sedimen berupa lumpur. Proporsi lumpur dalam jumlah yang relatif banyak terletak di aliran sungai Rupnarayan di Desa Pyratungi, Desa Dhanipur dan Desa Geonkhali. Lumpur membuat penyerapan air menjadi terbatasi karena meningkatkan kepadatan sedimen pada aliran sungai Rupnarayan.[5] Sedimentasi secara berkelanjutan terjadi di daerah hilir sungai Rupnarayan. Proses sedimentasi mengakibatkan peninggian dasar sungai di sungai Rupnarayan dan membentuk daerah beting pada alirannya.[6]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 Inland Waterway Authority of India (November 2016). Consultancy Services for Preparation of Two Stage Detailed Project Report (DPR) of National Waterway 86, Cluster-I: Rupnarayan River (PDF) (dalam bahasa Inggris). Egis. hlm. 2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Bera, S., dan Mishra, N. K. (2021). "Water Quality and Fish Diversity of Rupnarayan River in Purba Medinipur District, West Bengal" (PDF). International Journal of Fisheries and Aquatic Studie (dalam bahasa Inggris). 9 (5): 1. doi:10.22271/fish.2021.v9.i6a.2577. ISSN 2394-0506.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Departemen Teknik Kesehatan Masyarakat 2024, hlm. 37.
  4. ↑ Departemen Teknik Kesehatan Masyarakat 2024, hlm. 44.
  5. ↑ Maity dan Maiti 2018, hlm. 36-37.
  6. ↑ Maity dan Maiti 2018, hlm. 1.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan