Rabu, 28 Oktober 2026
07:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Sungai Mbomou

Sungai Mbomou

sungai di Afrika Tengah

Bagikan:
250px-Ubangirivermap.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Sungai Mbomou atau Bomu (juga dieja M'bomou dalam bahasa Prancis) adalah salah satu sungai di Afrika Tengah yang berfungsi sebagai batas alami antara Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratik Kongo.[1][2] Sungai ini mengalir sejauh 725 km ke arah barat dan membentuk lengkungan lebar yang melewati wilayah sabana dan melintasi kota Bangassou, sebelum akhirnya bergabung dengan Sungai Uele di Yakoma, tempat terbentuknya Sungai Ubangi.[3]

Sungai ini pertama kali dijelajahi dari arah utara pada tahun 1877 oleh Panayotis Potagos, seorang dokter dan penjelajah asal Yunani. Penjelajah Jerman yang berasal dari Rusia, Wilhelm Junker, kemudian menjelajahi bagian hulu sungai tersebut. Pada tahun 1910–1911, sebuah ekspedisi Prancis melakukan survei hidrografi menyeluruh terhadap sungai ini.[1]

Referensi

  1. 1 2 "Bomu River". Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-09-25.
  2. ↑ Shelley, Fred M. (2013-04-23). Nation Shapes: The Story Behind the World's Borders (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. hlm. 273. ISBN 978-1-61069-106-2.
  3. ↑ Org, Glob Ener Interconn Deve &Coop (2020-04-06). Research on Hydropower Development and Delivery in Congo River (dalam bahasa Inggris). Springer Nature. hlm. 26. ISBN 978-981-15-3428-7.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sungai ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan