Senin, 12 Oktober 2026
11:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Sultan Sulaiman Syah dari Aceh

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Bagikan:
Alauddin Sulaiman Syah
علاء الدين سليمان شاه
Sultan
Sultan Aceh
BerkuasaMei-Juli 1773
PendahuluAlauddin Mahmud Syah I
PenerusAlauddin Mahmud Syah I
LahirBandar Aceh Darussalam, Kesultanan Aceh
Meninggalsetelah 1773
Bandar Aceh Darussalam, Kesultanan Aceh
WangsaAceh-Wajoq
AgamaIslam Sunni

Sultan Sulaiman Syah adalah sultan yang ketiga puluh satu Kesultanan Aceh, ia merupakan satu di antara sultan dari Wangsa Diraja Bugis Wajo-Aceh. Ia memerintah hanya dalam jangka waktu tiga bulan sejak mei hingga juli tahun 1773.

Pada bulan april tahun 1773 sebuah pemberontakan terhadap sultan dilancarkan oleh gabungan orang-orang dari XXII mukim dan XXV mukim. Pemberontakan itu berhasil menggulingkan pemerintahan Alauddin Mahmud Syah untuk kedua kalinya, sebelumnya sultan juga pernah digulingkan oleh Maha Raja Labui (mentri Meukuta Raja) pada tahun 1764-1765. Dalam penggulinganya kali kedua Alauddin Mahmud Syah melarikan diri ke IV mukim untuk mencari perlindungan.[1] Pada bulan mei setelah sultan diusir maka seorang pejabat kesultanan Raja Udahna Lela diangkat sebagai pengganti dengan gelar Sultan Sulaiman Syah. Dari pengasingannya Alauddin Mahmud Syah sukses mendapatkan simpati dan dukungan dari mukim Daroy dan Lam Ara.[1] Dua bulan mengumpulkan kekuatannya Alauddin Mahmud Syah melancarkan serangan ke ibu kota dan mengusir Sulaiman Syah dan pemerintahannya.

Mengenai silsilah Udahna Lela yang disebut-sebut merupakan putra dari Badruddin Johan Syah tidak bisa dipastikan kebenarannya.[2] Jika benar Sulaiman Syah adalah Raja Udahna Lela yang sama dengan putra Badruddin Johan Syah yang juga bernama Raja Udahna Lela, maka Sulaiman Syah ini kelak menjadi tokoh yang memainkan peran sejarah penting di kesultanan Aceh hingga saat ia meninggal dalam keadaan dramatis pada tahun 1805.[3]

Referensi

  1. 1 2 Zainuddin (1961), p. 414.
  2. ↑ Encyclopaedie (1917), Vol. 1, p. 76.
  3. ↑ Djajadiningrat (1911), pp. 205-7.

Pranala luar

  • Djajadiningrat, Raden Hoesein (1911) 'Critische overzicht van de in Maleische werken vervatte gegevens over de geschiedenis van het soeltanaat van Atjeh', Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 65, pp. 135–265.
  • Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië (1917), Vol. 1. 's Gravenhage & Leiden: M. Nijhoff & Brill.
  • Zainuddin, H.M. (1961) Tarich Atjeh dan Nusantara, Jilid I. Medan: Pustaka Iskandar Muda.

Lihat pula

Didahului oleh:
Alauddin Mahmud Syah
Sultan Aceh
mei 1773— juli 1773
Diteruskan oleh:
Alauddin Mahmud Syah


Artikel rintisan ini terkait beberapa topik. Anda dapat berkontribusi dalam Wikipedia bahasa Indonesia dengan mengembangkannya.






Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan