Rabu, 14 Oktober 2026
08:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Sultan Badruddin Johan Syah

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Bagikan:
Alauddin Badruddin Johan Syah
علاء الدين بدر الدين جوهان شاه
Sultan
Sultan Aceh
Berkuasa1764 - 1765
PendahuluAlauddin Mahmud Syah I
PenerusAlauddin Mahmud Syah I
LahirBandar Aceh Darussalam, Kesultanan Aceh
Meninggal1765
Bandar Aceh Darussalam, Kesultanan Aceh
WangsaAceh-Wajoq
AgamaIslam Sunni

Sultan Badruddin Johan Syah atau Sultan Badrul Alam Syah (meninggal tahun 1765) adalah sultan ketiga puluh Kesultanan Aceh Ia adalah salah satu sultan dari Wangsa Diraja Bugis Wajo-Aceh yang memerintah Aceh tahun 1764-1765.

Ketika Sultan Sultan Alauddin Johan Syah mangkat pada tahun 1760 putra mahkota yang menggantikannya adalah seorang pemuda bernama Pocut Bangta (Alauddin Mahmud Syah). Untuk tugas resmi sultan banyak dilakukan berdasarkan kebijaksanaan dari pejabat menteri bernama Maha Raja Labui dengan gelar Mentri Meukuta Raja. Pada tahun 1763 terjadi kerusuhan politik di kesultanan Aceh, kerusuhan ini terjadi karena kebijakan sultan yang mencoba untuk mengambil alih kendali perdagangan di ibu kota dari tangan para bangsawan.[1] Lewat sebuah rangkaian pemberontakan pada bulan Februari tahun 1764 Alauddin Mahmud Syah diusir dari ibu kota dan Mentri Meukuta Raja naik tahta dan bergelar Sultan Badruddin Johan Syah. Namun Alauddin Mahmud Syah tidak tinggal diam, dia membangun basis baru di benteng Kuta Musapi dengan bantuan seorang ulama berpengaruh Qadhi Malikul 'Adil. Dari pengasingannya Alauddin Mahmud Syah menyerang istana dan Sultan Badruddin Johan Syah berhasil dibunuh pada bulan Agustus tahun 1765.[2]

Alauddin Mahmud Syah kembali memegang tampuk pemerintahan kesultanan dan melakukan upaya rekonsiliasi politik dengan bekas lawan politiknya. Dalam rangka rekonsiliasi itu Alauddin Mahmud Syah mengawinkan putera mahkota kesultanan dengan puteri Badruddin Johan Syah bernama Pocut Meurah Awan. Perkawinan itu kelak menurunkan seorang putera yang menjadi sultan Aceh yang memakai Sultan Alauddin Jauhar al-Alam.

Referensi

  1. ↑ Lee (1995), pp. 25-6
  2. ↑ Djajadiningrat (1911), p. 204.

Pranala luar

  • Djajadiningrat, Raden Hoesein (1911) 'Critische overzicht van de in Maleische werken vervatte gegevens over de geschiedenis van het soeltanaat van Atjeh', Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde 65, pp. 135–265.
  • Lee Kam Hing (1995) The Sultanate of Aceh: Relations with the British, 1760-1824. Kuala Lumpur: Oxford University Press.
  • Zainuddin, H.M. (1961) Tarich Atjeh dan Nusantara, Jilid I. Medan: Pustaka Iskandar Muda.

Lihat pula

Didahului oleh:
Sultan Alauddin Mahmud Syah I
Sultan Aceh
1764—1765
Diteruskan oleh:
Sultan Alauddin Mahmud Syah I


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan