Kamis, 08 Oktober 2026
00:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya

Muningsyah dari Pagaruyung

Raja Alam Pagaruyung pada masa Perang Padri

Bagikan:
Yang Dipertuan Pagaruyung
Arifin Muningsyah
Raja Alam Minangkabau
Berkuasa1780 – 1821
PenerusBagagarsyah dari Pagaruyung
Lahir1745
 Pagaruyung
MeninggalAgustus 1825 (umur 80)
Hindia Belanda Pagaruyung
Nama lengkap
Sultan Arifin Muningsyah
DinastiMauli

Yang Dipertuan Pagaruyung Raja Alam Muningsyah disebut juga dengan Sultan Arifin Muningsyah (lahir di Pagaruyung pada 1745, wafat di Pagaruyung Agustus 1825) adalah Raja Pagaruyung terakhir sebelum digantikan oleh Sultan Alam Bagagarsyah, menjadi Regent Tanah Datar .[1]

Biografi

Sejak tahun 1803 telah timbul gejolak persengketaan antara kaum Padri dengan kaum Adat di beberapa nagari yang berada dalam kawasan kerajaan Pagaruyung,[2] puncaknya pada tahun 1815, kaum Padri di bawah pimpinan Tuanku Pasaman menyerang ibu kota kerajaan Pagaruyung,[3] dan menyebabkan Sultan Arifin Muningsyah terpaksa menyingkir dan melarikan diri ke Lubuk Jambi.[4]

Sultan Arifin Muningsyah dan cucunya berhasil menyelamatkan diri, walau dua orang putranya terbunuh akibat peperangan tersebut.[1] Saat Thomas Stamford Raffles berhasil mencapai Pagaruyung pada tahun 1818, ia hanya menyaksikan puing-puing istana yang telah mengalami pembakaran akibat peperangan yang terjadi.[5]

Setelah Belanda berhasil mengambil alih Pagaruyung, pada tahun 1824 Letnan Kolonel Raaff berhasil mengetahui keberadaan Sultan Arifin Muningsyah dan kemudian memintanya untuk kembali ke Pagaruyung. Sewaktu raja Pagaruyung itu sampai di Minankabau, ia menyaksikan salah seorang kemenakannya (versi lain cucunya) Sultan Tunggal Alam Bagagar telah dinaikan Belanda menjadi Regent Tanah Datar.[4] Selain itu kebijakan pemerintah Hindia Belanda terhadap kedaulatan kerajaan Pagaruyung sudah berubah semenjak tahun 1821.[6]

Yang Dipertuan Pagaruyung Raja Dunia Muningsyah wafat pada bulan Agustus 1825 pada usia 80 tahun dan digantikan oleh kemenakannya (versi lain cucunya) yakni Sultan Alam Bagagarsyah, dan dimakamkan di Pagaruyung.[1]

Rujukan

  1. 1 2 3 Dobbin, C.E. (1983). Islamic revivalism in a changing peasant economy: central Sumatra, 1784-1847. Curzon Press. ISBN 0-7007-0155-9.
  2. ↑ Nain, Sjafnir Aboe, (2004), Memorie Tuanku Imam Bonjol (MTIB), transl., Padang: PPIM.
  3. ↑ Stuers, Hubert Joseph Jean Lambert; Veth, Pieter Johannes (1850). De vestiging en uitbreiding der Nederlanders ter westkust van Sumatra. Vol. 2. P.N. van Kampen.
  4. 1 2 Amran, Rusli (1981). Sumatera Barat hingga Plakat Panjang. Penerbit Sinar Harapan.
  5. ↑ Raffles, Sophia (1835). "Chapter XII". Memoir of the life and public services of Sir Thomas Stamford Raffles. Vol. Volume I. J. Duncan.{{cite book}}: |volume= memiliki teks tambahan
  6. ↑ Graves, E.E. (2007). Asal-usul elite Minangkabau modern: respons terhadap kolonial Belanda abad XIX/XX. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 979-461-661-3.

Lihat juga

Didahului oleh:
belum diketahui
Yang Dipertuan Pagaruyung
1780 - 1821
Diteruskan oleh:
Bagagarsyah dari Pagaruyung
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan