Rabu, 07 Oktober 2026
15:14 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara
Mahmud Syah dari Melaka

Mahmud Syah dari Melaka

Bagikan:
Mahmud Syah I
Khalifatul Mukminin Zilullah fil Alam, Paduka Sri Sultan
250px-Mahmud_Shah_of_Malacca.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Melaka ke-8
Berkuasa1446–1511, 1513 – 1528
Penobatan1446
PendahuluAlauddin Riayat Syah I
PenerusAlauddin Riayat Syah II (Sebagai Kesultanan Johor Riau)
Raja Pekantua Kampar ke-3
Berkuasa1526-1528
Penobatan1526
PendahuluRaja Abdullah dari Kampar
PenerusTidak ada (Bergabung dengan Kesultanan Johor-Riau yang baru berdiri)
LahirRaja Hussain
Meninggal1528
Pekantua, Kampar
Pemakaman
Kuala Tolam, Kec. Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Riau
AyahSultan Alauddin Riayat Syah I
IbuTun Senaja binti Sri Nara Diraja Tun Ali
Pasangan
  • Tengku Ampuan Tun Fatimah binti Tun Mutahir
  • Raja Wati binti Sultan Muhammad Syah I Pahang
  • Tun Teja Ratna Manggala binti Sri Amar Bangsa
  • Unang Kemuning binti Sultan Mansur Syah I Kelantan
  • Tun Kudu binti Tun Tahir
  • Tun Sabariyah binti Hang Tuah
Keturunan
  • Alauddin Riayat Syah II
  • Sultan Mudzaffar Syah I Perak
  • Sultan Muda Ahmad Syah
  • Raja Khadijah (m. Sultan Mahmud Shah I dari Pahang)
  • Raja Puteh (m. Sultan Ali Boncar Haru)
  • Raja Putri Dewi (m. Sultan Zainal Abidin Syah Pahang
  • Raja Kamala Dewi (m. Sultan Ahmad bin Muhammad Trengganu)
  • Raja Fatimah (m. Khoja Ahmad Syah Raja Siak)
  • Raja Sri Dewi (m. Sultan Raja Mansur II Kelantan)
  • Putri Bakal (m. Raja Narasinga II Indragiri)
  • Raja Nara
  • Raja Amara Dewi
  • dan lainnya
WangsaMelaka
DinastiMelaka
AgamaIslam

Sultan Mahmud Syah adalah raja kedelapan dan terakhir dari Kesultanan Melaka. Ia dipilih sebagai raja menggantikan ayahnya, Ala'uddin Riayat Syah dari Malaka, melangkahi saudaranya yang lebih tua, Munawar Syah.[butuh rujukan]

Pemerintahan Sultan Mahmud Syah atas Malaka berakhir dengan serangan Portugis yang menaklukkan Melaka pada 1511. Mahmud Syah kemudian memindahkan ibu kotanya ke Bintan. Setelah ibu kota di Bintan dibumihanguskan Portugis, Ia kemudian mengundurkan diri ke Kampar, tempat Ia wafat pada 1528.[butuh rujukan]

Putra ke-2 Sultan Mahmud Syah, Ala'uddin Riayat Syah II dari Johor kemudian mendirikan kerajaan baru di Johor. Putra Sulung Sultan Mahmud Syah, Mudzaffar Syah kemudan mendirikan kerajaan baru di Perak.[butuh rujukan]

Pranala luar

Didahului oleh:
Ala'uddin Riayat Syah
Sultan Melaka
1477–1511
Diteruskan oleh:
Ala'uddin Riayat Syah II
(sebagai raja dari Dinasti Malaka-Johor)
20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan