Sabtu, 26 September 2026
08:04 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia

Suling pompang

alat musik tradisional suku Mamasa

Suling pompang (terkadang hanya disebut pompang[1]) adalah alat musik tiup tradisional jenis suling yang digunakan oleh suku Mamasa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Pompang terbuat dari bambu dengan ukuran besar dan kecil, kemudian dilubangi dan dirangkai dengan alat perekat berupa bekas sarang lebah.[2][3]

Sejarah

Sejarah penggunaan pompang di Mamasa sendiri berawal dari kebiasaan orang Mamasa yang selalu menggunakan suling pada saat menggembala kerbau dan akhirnya seiring berjalannya waktu, pompang pun banyak digemari dan semakin dikenal luas oleh masyarakat Mamasa. Keberadaan pompang sudah sangat melekat erat dengan kehidupan masyarakat Mamasa.[2][3]

Sampai saat ini, keberadaan pompang sangat dijaga oleh masyarakat Mamasa, karena merupakan salah satu identitas budaya pada masyarakat Mamasa.[4] Hal tersebut dapat diamati pada acara-acara budaya yang menampilkan kesenian tradisi, kehadiran musik ini sangat berbeda dengan musik tradisional yang umumnya ada di masyarakat pesisir Sulawesi Barat.[4] Kesenian ini, selain di daerah Mamasa, hanya dapat ditemukan di wilayah yang dihuni oleh suku Toraja (oleh masyarakat Toraja disebut sebagai suling lembang), yakni di Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulawesi Selatan, serta di wilayah suku Kalumpang di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.[5][3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 54
  2. 1 2 "Pompang, Musik Tradisional Berbahan Bambu dari Mamasa". mandarnesia.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  3. 1 2 3 "Pompang, Musik Tradisional Berbahan Bambu dari Mamasa - mandarnesia.com". mandarnesia.com. 2020-11-28. Diakses tanggal 2026-01-28.
  4. 1 2 "Musik Pompang dan Tantangannya". katinting.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  5. ↑ "Musik Suling Pompang Dalam Kehidupan Masyarakat Mamasa Sulawesi Barat". digilib.isi.ac.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.


Ikon rintisan

Artikel bertopik alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan