Senin, 28 September 2026
11:47 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan

Suling pompang

alat musik tradisional suku Mamasa

Suling pompang (terkadang hanya disebut pompang[1]) adalah alat musik tiup tradisional jenis suling yang digunakan oleh suku Mamasa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Pompang terbuat dari bambu dengan ukuran besar dan kecil, kemudian dilubangi dan dirangkai dengan alat perekat berupa bekas sarang lebah.[2][3]

Sejarah

Sejarah penggunaan pompang di Mamasa sendiri berawal dari kebiasaan orang Mamasa yang selalu menggunakan suling pada saat menggembala kerbau dan akhirnya seiring berjalannya waktu, pompang pun banyak digemari dan semakin dikenal luas oleh masyarakat Mamasa. Keberadaan pompang sudah sangat melekat erat dengan kehidupan masyarakat Mamasa.[2][3]

Sampai saat ini, keberadaan pompang sangat dijaga oleh masyarakat Mamasa, karena merupakan salah satu identitas budaya pada masyarakat Mamasa.[4] Hal tersebut dapat diamati pada acara-acara budaya yang menampilkan kesenian tradisi, kehadiran musik ini sangat berbeda dengan musik tradisional yang umumnya ada di masyarakat pesisir Sulawesi Barat.[4] Kesenian ini, selain di daerah Mamasa, hanya dapat ditemukan di wilayah yang dihuni oleh suku Toraja (oleh masyarakat Toraja disebut sebagai suling lembang), yakni di Tana Toraja dan Toraja Utara, Sulawesi Selatan, serta di wilayah suku Kalumpang di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.[5][3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Muis, M. (2009). Pendefinisian lema alat musik di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. hlm. 54
  2. 1 2 "Pompang, Musik Tradisional Berbahan Bambu dari Mamasa". mandarnesia.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  3. 1 2 3 "Pompang, Musik Tradisional Berbahan Bambu dari Mamasa - mandarnesia.com". mandarnesia.com. 2020-11-28. Diakses tanggal 2026-01-28.
  4. 1 2 "Musik Pompang dan Tantangannya". katinting.com. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.
  5. ↑ "Musik Suling Pompang Dalam Kehidupan Masyarakat Mamasa Sulawesi Barat". digilib.isi.ac.id. Diakses tanggal 25 Oktober 2022.


Ikon rintisan

Artikel bertopik alat musik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan