Suling lembang adalah alat musik tiup tradisional jenis suling yang digunakan oleh suku Toraja di Tana Toraja dan Toraja Utara. Panjang suling lembang biasanya berkisar antara 40 hingga 100 cm, dengan garis tengah 2 cm. Pada bagian ujung diberi cerobong dari tanduk kerbau, hingga berbentuk seperti terompet. Suling ini memiliki enam lubang nada, dan biasanya alat musik ini digunakan untuk lagu-lagu berbahasa Toraja terutama lagu-lagu kedukaan, tetapi juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan alam di sekitarnya. Suling lembang tidak dimainkan secara perorangan melainkan diperlukan sokongan suara dari suling yang serupa lainnya, yakni suling deata. Hal ini dikarenakan suling lembang memiliki peran sebagai pengiring tarian tradisional Toraja yang dikenal dengan tari ma'marakka. Suling lembang merupakan suling tegak lurus yang cara peniupannya melalui sinto. Sinto merupakan bagian atas suling yang berbentuk seperti cincin yang berfungsi sebagai akses masuk udara dari mulut sampai lubang masuk udara pada suling. Di Jawa, sinto disebut dengan jamang. Sinto terbuat dari penjalin dengan daun lontar. Suling lembang biasanya dimainkan di upacara adat Toraja saja. Selain itu, nada-nadanya sangat menunjukan ciri khas musik Toraja sehingga dalam perkembangannya hanya terdapat di wilayah kediaman suku Toraja.
Suling lembang
alat musik tradisional suku Toraja
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA)
Baca Selengkapnya di Wikipedia