Sabtu, 10 Oktober 2026
21:35 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Sulaiman Labai

Bagikan:
Sulaiman Labai
PekerjaanPengusaha, pejuang
Dikenal karenaPendiri Sarekat Islam cabang Silungkang, Sumatera Barat

Sulaiman Labai adalah seorang pejuang kemerdekaan dan saudagar/pengusaha Indonesia. Ia merupakan pendiri Sarekat Islam cabang Silungkang, Sumatera Barat, pada tahun 1915. Ia juga seorang tokoh yang mempelopori perlawanan terhadap peraturan-peraturan pemerintah Hindia Belanda yang melarang pengangkutan beras.[1]

Setelah memaksa kepala stasiun kereta api untuk menyerahkan beras sebanyak dua gerbong kereta dan membagikannya pada rakyat yang kelaparan, pada tahun 1918, Sulaiman Labai pun ditangkap pemerintah kolonial. Kepahlawanan Sulaiman Labai membuat masyarakat bersimpati dan ingin bergabung pada Sarekat Islam yang didirikannya. Di samping memimpin Sarekat Islam, Sulaiman Labai juga memimpin koran Panas yang beraliran kiri.[2]

Referensi

  1. ↑ Audrey R. Kahin. "Dari pemberontakan ke integrasi: Sumatera Barat dan politik Indonesia, 1926-1998". Yayasan Obor Indonesia. Diakses tanggal 12 Januari 2014.
  2. ↑ Timur Subangun (2 April 2012). "Sulaiman Labai, Pejuang Kemerdekaan dari Silungkang". Tokoh. Berdikari Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-12. Diakses tanggal 12 Januari 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan