Rabu, 21 Oktober 2026
07:19 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Suku Fang

Bagikan:

Suku Fang adalah sebuah kelompok etnik dalam suku-suku Bantu yang menghuni negara Guinea Khatulistiwa, Gabon, dan Kamerun. Dalam keagamaan, sebagian besar suku Fang telah menganut Kekristenan tetapi mengalami sinkretisme. Suku Fang juga masih ada yang menganut keyakinan lokal terhadap di tuhan utama yaitu Nzame dan Mebeghe.

Persebaran

Suku Fang merupakan salah satu kelompok etnik dalam suku-suku Bantu.[1] Sebagian besar anggota suku Fang hidup tersebar di Guinea Khatulistiwa. Sementara sebagian kecil lainnya hidup di negara tetangga Guinea Khatulistiwa, yaitu Gabon dan Kamerun.[2] Di negara Guinea Khatulistiwa, suku Fang merupakan suku dengan jumlah mayoritas.[3] Persentase jumlah suku Fang atas populasi penduduk Guinea Khatulistiwa sebesar 57,2%.[4] Sementara itu, suku Fang di Gabon mencakup 41% dari total penduduknya.[5]

Keagamaan

Keyakinan lokal

Suku Fang meyakini adanya dua Tuhan lokal yang berperan sebagai pencipta yaitu Nzame dan Mebeghe. Kedua Tuhan dalam keyakinan suku Fang ini tidak disembah dengan ritual khusus.[6] Nzame diyakini sebagai pencipta kebudayaan, sedangkan Mebeghe diyakini sebagai pencipta alam bagi manusia.[7] Namun suku Fang pada masa kini mulai tidak menyembah Nzame karena tidak ada rupa maupun pendeta yang dapat mengadakan ritual penyembahannya. Penyembahan suku Fang telah beralih kepada tuhan-tuhan lain yang memiliki tampilan rupa.[8] Penampakan para tuhan di suku Fang diwujudkan dalam bentuk patung.[9]

Kekristenan

Suku Fang di Gabon sebagian besar telah menjadi pemeluk agama Kristen atau Katolik yang taat. Namun keyakinan mereka mengalami sinkretisme karena masih ada penyembahan terhadap roh leluhur.[5]

Referensi

  1. ↑ Jatmika, Sidik (Januari 2016). Huda, Miftachul (ed.). Hubungan Internasional di Kawasan Afrika. Bantul: Samudra Biru. hlm. 86. ISBN 978-602-9276-81-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Vaye, Allya (Januari 2025). Ve, Avifah (ed.). Mitos-mitos Terajaib Sedunia Paling Menakjubkan & Berpengaruh. Yogyakarta: Diva Press. hlm. 22. ISBN 978-623-189-514-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Vahlevi, Teuku Redha (Maret 2019). Ekonomi dalam Kulit Kacang. Jakarta: Penerbit PT Elex Media Komputindo. hlm. 207. ISBN 978-602-04-9132-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Mandryk, Jason (Februari 2016). Berdoa bagi Dunia. Yayasan Gloria. hlm. 31. ISBN 978-602-9254-55-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. 1 2 Mandryk, Jason (Desember 2013). Operation World: Panduan untuk Mendoakan Semua Bangsa di Dunia [Operation World]. Diterjemahkan oleh Sitorus, F. G., dkk. (Edisi 7). Yogyakarta: Yayasan Gloria. hlm. 521. ISBN 978-602-9254-12-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penerjemah (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Dunn, Marilyn (2010). The Christianization of the Anglo-Saxons C.597-c.700: Discourses of Life, Death and Afterlife (dalam bahasa Inggris). London & Kota New York: Continuum. hlm. 67. ISBN 978-14411-1013-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. ↑ Boyer, Pascal (Desember 2008). Religion Explained (dalam bahasa Inggris). Random House. hlm. 183. ISBN 978-1-4070-2087-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Prabowo, Wisnu Tanggap (Mei 2022). Artawijaya (ed.). Sejarah Berhala dan Jejak Risalah: Penyimpangan Agama dan Kepercayaan Kuno dari Monoteisme ke Politeisme. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. hlm. 20. ISBN 978-979-592-982-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  9. ↑ Putro, Randi Catono (Juli 2024). Ahsan, Muhammad (ed.). Mengenal Seni Patung: Teknik, Gaya, dan Makna dalam Karya-karya Patung. Bantul: Hikam Media Utama. hlm. 53. ISBN 978-623-126-004-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan