Rabu, 14 Oktober 2026
19:44 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus

Suku Diola

suku bangsa di Senegal

Bagikan:
Diola
Daerah dengan populasi signifikan
Senegal, Gambia, Guinea-Bissau
Bahasa
Diola,
Kriol
Agama
Agama tradisional Afrika (agama Diola), Kekristenan, Islam

Suku Diola atau Jola adalah kelompok etnis yang mendominasi kawasan Casamance di Senegal. Mereka juga dapat ditemui di Gambia dan Guinea-Bissau. Mereka terdiri dari beberapa subkelompok, tetapi identitas bersama mereka adalah penggunaan bahasa Diola dan sejarah kolonial mereka. Menurut tradisi lisan suku Diola, mereka bermigrasi dari Mesir selatan ke kawasan Senegambia pada abad ke-13 hingga ke-14.

Kebanyakan orang Diola telah berprofesi sebagai penanam padi selama beberapa abad dan juga pengumpul wine palem. Mereka juga menanam singkong, kacang merah, dan kacang-kacangan lainnya. Selain itu, ada pula yang berprofesi sebagai peternak.[1] Kemandirian pangan merupakan unsur yang sangat penting dalam masyarakat Diola dan mereka sudah dibiasakan menabung untuk membiayai kebutuhan keluarga, komunitas atau upacara keagamaan.

Pada masa modern, terdapat komunitas diaspora Diola yang dapat ditemui di Dakar, Prancis, Britania Raya, Portugal, Amerika Serikat atau Kanada. Komunitas diaspora Diola disebut "Ajamat".

Agama

Dalam kepercayaan tradisional Diola, mereka percaya akan keberadaan pencipta yang disebut "Atemit". Seperti dalam agama-agama tradisional Afrika lainnya, nenek moyang menjadi perantara dengan sang Pencipta. Namun, pada masa modern, sebagian besar orang Yola sudah menjadi Kristen atau Muslim.

Catatan kaki

  1. ↑ Stride, G. T.; Ifeka, Caroline, "Peoples and empires of West Africa: West Africa in history, 1000-1800", Africana Pub. Corp., 1971, hlm 6

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan