Rabu, 28 Oktober 2026
21:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Suku Amis

Suku Amis

Bagikan:
Untuk penggunaan lain, lihat Amis (disambiguasi) dan Ami (disambiguasi).
250px-Indigenous_group_dancers_at_Amis_Music_Festival_2016_IMF0936.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Taiwan_aborigine_amis_dance.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perayaan Panen

Amis (Hanzi:阿美族; Pinyin:āměi-zú; juga Ami atau Pangcah) adalah penduduk asli Taiwan. Mereka berbicara dalam bahasa Amis, sebuah bahasa Austronesia, dan merupakan salah satu dari empat belas suku penduduk asli Taiwan yang diakui secara resmi. Wilayah tradisional meliputi lembah yang panjang antara Pegunungan Tengah dan Pegunungan Pesisir (Lembah Huatung), timur wilayah pesisir Pasifik sampai Pegunungan Pesisir dan Semenanjung Hengchun.

Pada tahun 2000, orang Ami berjumlah 148,992. Suku tersebut meliputi sekitar 37.5% dari jumlah penduduk asli Taiwan, membuat mereka menjadi kelompok suku terbesar.[1] Orang Amis kebanyakan adalah nelayan karena wilayah mereka yang berada di pesisir. Mereka secara tradisional adalah matrilineal.[2] Desa-desa Amis tradisional relatif besar untuk kelompok penduduk asli, antara 500 dan 1,000. Di Taiwan pada masa sekarang, orang Amis juga meliputi "penduduk asli perkotaan" dan berkembang menjadi "suku-suku perkotaan" di seluruh pulau tersebut. Pada masa sekarang, orang Amis juga menikah dengan Han serta penduduk asli lainnya.[3]

Identitas dan klasifikasi

Orang Amis secara umum mengidentifikasikan diri mereka sendiri sebagai Pangcah, yang artinya "manusia". Di Taiwan pada masa sekarang, Amis lebih banyak digunakan. Kata ini berasal dari kata amis, yang artinya "utara." Tidak ada konsensus dalam lingkaran akademik tentang bagaimana "Amis" digunakan untuk merujuk ke Pangcah. Salah satu suposisi yang menyatakan bahwa kata tersebut aslinya digunakan oleh Puyuma untuk menyebut Pangcah, karena Pangcah tinggal di utara mereka. Suposisi lainnya menyatakan bahwa orang-orang yang tinggal di Daratan Taitung menyebut diri mereka "Amis" karena leluhur mereka berasal dari utara. Eksplanasi selanjutnya tercatat dalam Banzoku Chōsa Hōkokusho,[4] yang mengindikasikan bahwa mereka berasal dari yang saat ini diklasifikasikan oleh para antropolog sebagai Falangaw Amis, kelompok Amis yang berada di Chenggong pada masa sekarang dan Daratan Taitung. Genetik mereka memiliki hubungan dengan orang Filipina.[5][6]

Menurut Taiwanese Aboriginal History: Amis, Amis diklasifikasikan dalam lima kelompok:

  • Kelompok utara (terletak di Daratan Chihlai/Hualien)
  • Kelompok tengah (terletak di barat Pegunungan Pesisir)
  • Kelompok pesisir (terletak di timur Pegunungan Pesisir)
  • Kelompok Falangaw (terletak di Daratan Chenggong dan Taitung)
  • Kelompok Hengchun (terletak di Semenanjung Hengchun)

Orang Amis terkenal

250px-2008_Nike%2B_Human_Race_in_Taipei_TANK_Lu.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tank

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Table 28: Indigenous population distribution in Taiwan-Fukien Area", National Statistics, Republic of China, Taiwan: Directorate General of Budget, Accounting and Statistics, Executive Yuan (DGBAS), diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-12, diakses tanggal 2006-08-30.
  2. ↑ "Ami", Ethnologue.
  3. ↑ Olson, James Stuart, An Ethnohistorical Dictionary of China, Google.
  4. ↑ "Survey Reports on the Savages", Banzoku Chōsa Hōkokusho, vol. 8, Taipei, 1913–1918, hlm. 4{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link).
  5. ↑ plbi-03-08-05 1..11 (PDF), PLOS journals.
  6. ↑ HPGL (PDF), vol. 64, Stanford, 2001, hlm. 432, diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-02-14, diakses tanggal 2015-02-01.
  7. ↑ "Li Tai-hsiang, composer of Olive Tree and other hits, dies at age 72". Strait Times. 2014-01-03. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-05. Diakses tanggal 2014-02-03.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Suku Amis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan