Selasa, 03 November 2026
14:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Suku Lapith

Suku Lapith

Bagikan:
330px-Sebastiano_Ricci_045.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertempuran antara suku Lapith dan para kentaur.

Dalam mitologi Yunani, Suku Lapith (bahasa Yunani Kuno:Λαπίθαι) adalah kelompok etnis yang tinggal di daerah Thessalia, di lembah Peneios[1] dan di gunung Pelion. Mereka termasuk dalam suku Aiolia. Seperti halnya suku Mirmidon dan suku-suku lainnya di Thessalia, suku Lapith berasal dari masa pra-Hellen.

Suku Lapith mengirim empat puluh kapal dalam Perang Troya, dengan Polipoites (putra Pirithos dan Leonteos) sebagai komandannya.

Dalam mitologi

Asal-usul

Lapithos dan Kentauros adalah putra dewa Apollo dan nimfa Stilbe, putri dewa sungai Peneios. Lapithos tumbuh menjadi prajurit yang gagah perkasa, tetapi Kentauros adalah orang yang cacat dan lebih sering menghabiskan waktu bersama kuda-kuda betina. Kentauros berhubungan seksual dengan kuda-kuda betina itu dan akhirnya terlahirlah ras kentaur, makhluk setengah kuda setengah manusia. Sementara Lapithos menjadi leluhur suku Lapith.[2][3] Keturunan Lapithos yang terkenal antara lain Iksion, Pirithos, Kaineus, da Koronos, serta peramal Idmon dan Mopsos.

Kentauromakhia

Pirithos, raja Lapith, menikah dengan Hippodameia. Dalam pesta pernikahannya, para kentaur diundang karena mereka masih termasuk saudara suku Lapith. Namun di sana mereka disuguhi dengan miuman anggur sehingga sifat liarnya keluar. Ketika Hipodameia muncul, kentaur Eurition berusaha meculiknya, dan tindakannya ini diikuti oleh para kentaur lainnya. Akibatny pecahlah pertempuran antara para kentaur dengan suku Lapith. Konflik tersebut dinamai Kentauromakhia (Perang Kentaur). Pada akhirnya ras kentaur mengalami kekalahan dan pergi dari Thessalia.

Catatan kaki

  1. ↑ "Suku Lapith membuat rumah di sekitar sungai Peneios" (Diodoros Sikolos, 4.69.2).
  2. ↑ Homeros, Iliad 12.128
  3. ↑ Diodoros Sikolos 4. 69; 5. 61.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Lapiths.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan