Rabu, 04 November 2026
07:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Suku Fon

Suku Fon

fon nu

Bagikan:
Suku Fon
250px-D263-_amazone_dahom%C3%A9enne._-_L1-Ch5.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prajurit perempuan Fon
Jumlah populasi
4,1 juta
Daerah dengan populasi signifikan
Benin (39% populasi) dan Nigeria (kurang dari 1% populasi)
Bahasa
Fon
Kelompok etnik terkait
Aja, Ewe, Yoruba

Suku Fon, juga disebut Fon nu, Agadja atau Dahomey, adalah kelompok etnis dan linguistik terbesar di Benin, terutama di wilayah selatannya.[1][2] Kelompok ini juga dapat ditemui di Nigeria barat daya dan Togo. Jumlah mereka diperkirakan sekitar 3.500.000 orang, dan mereka menuturkan bahasa Fon yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Niger-Kongo.[1]

Sejarah suku Fon sangat terkait dengan kerajaan Dahomey, sebuah kerajaan yang sudah berdiri pada abad ke-17. Dalam sejarahnya, suku Fon memiliki tradisi lisan yang kuat dan juga menganut kepercayaan politeistik.[3] Pada awal abad ke-19, mereka dikenal akan tradisi N'Nonmiton atau "Amazon Dahomey" yang memberdayakan perempuan sebagai prajurit; para prajurit ini akan berjuang melawan penjajahan Prancis pada tahun 1890.[4][5]

Sebagian besar orang Fon saat ini tinggal di desa-desa dan kota-kota kecil. Kota-kota yang dibangun oleh suku Fon adalah Abomey (ibu kota historis Dahomey) dan Ouidah di kawasan Pesisir Budak. Kota-kota tersebut menjadi pusat perdagangan budak. Pulau-pulau di Hindia Barat Prancis yang dikuasai oleh Prancis (terutama Haiti dan Trinidad) dimukimi oleh budak-budak yang datang dari Pesisir Budak.[6]

Catatan kaki

  1. 1 2 Fon people, Encyclopædia Britannica
  2. ↑ Elizabeth Heath (2010). Anthony Appiah; Henry Louis Gates (ed.). Encyclopedia of Africa. Oxford University Press. hlm. 482–483. ISBN 978-0-19-533770-9.
  3. ↑ Molefi Kete Asante; Ama Mazama (2009). Encyclopedia of African Religion. SAGE Publications. hlm. 270–273, 257, 412. ISBN 978-1-4129-3636-1.
  4. ↑ Robin Law (1993), The 'Amazons' of Dahomey, Paideuma: Mitteilungen zur Kulturkunde, Bd. 39 (1993), pages 245-260
  5. ↑ Alpern, Stanley B. (1998). "On the Origins of the Amazons of Dahomey". History in Africa. 25. Cambridge University Press: 9. doi:10.2307/3172178.{{cite journal}}: |access-date= memerlukan |url=
  6. ↑ Patrick Taylor; Frederick I. Case (2013). The Encyclopedia of Caribbean Religions. University of Illinois Press. hlm. 742–746, 1134–1139. ISBN 978-0-252-09433-0.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kelompok etnik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan