Rabu, 30 September 2026
11:51 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Suiyuan

Suiyuan

Bagikan:
Bekas provinsi Republik Tiongkok
綏遠省
Provinsi Suiyuan

(1928-1949)
250px-Republic_of_China_edcp_location_map_%28disputed_territories%29_Suiy%C3%BCan.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ibu kota Guisui
Bekas provinsi Republik Rakyat Tiongkok
绥远省
Provinsi Suiyuan

(1949-1954)
250px-PRC-Suiyuan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ibu kota Hohhot

Suiyuan (Hanzi tradisional:綏遠; Hanzi sederhana:绥远; Pinyin:Suíyuǎn; Wade–Giles:Sui-yuan) merupakan sebuah provinsi di Tiongkok yang bersejarah. Ibu kota Suiyuan dulunya bernama Guisui, saat ini disebut Hohhot. Singkatannya adalah 綏 (pinyin: suí). Wilayah Suiyuan sekarang meliputi kota setingkat prefektur Hohhot, Baotou, Wuhai, Ordos, Bayannur dan sebagian dari Ulanqab, semuanya adalah bagian dari Wilayah Otonomi Mongolia Dalam. Nama Suiyuan berasal dari nama sebuah distrik yang ada di ibu kota pada masa Dinasti Qing.

Pada awal 1930-an, Suiyuan dikuasai oleh panglima perang Shanxi, Yan Xishan, yang menambang besi Suiyuan, mengatur ulang keuangan provinsi dan memerintahkan untuk bercocok tanam untuk pertama kalinya di lahan seluas 16 km². Sebagian besar pekerjaan dan penyelesaian wilayah Suiyuan saat ini dilakukan oleh para prajurit yang merangkap sebagai petani Shanxi di bawah arahan pensiunan perwira dari tentara Yan. Kendali Yan atas Suiyuan sudah cukup untuk membuat seorang jurnalis yang datang berkunjung menyebut Suiyuan sebagai "koloni" Shanxi.[1]

Kampanye Suiyuan terjadi di Suiyuan selama Perang Tiongkok-Jepang Kedua. Suiyuan menjadi bagian dari negara boneka Mengjiang sejak 1937 hingga 1945 di bawah pemerintahan Kekaisaran Jepang.

Selama Perang Saudara Tiongkok, pemimpin Komunis Mao Zedong menjanjikan kepada para pemimpin Mongol sebuah pemerintahan "otonom terpadu" yang mencakup semua tanah Mongol "bersejarah" di Tiongkok, sebagai imbalan atas dukungan Mongol melawan Kuomintang. Janji ini termasuk deklarasi bahwa "Dalam keadaan apa pun, kelompok etnis non-Mongol tidak boleh diizinkan untuk menduduki tanah negara Mongolia Dalam". Namun, setelah kemenangan Komunis pada 1949, para administrator dari wilayah yang akan segera menjadi "Mongolia" dengan mayoritas orang Han (yang terbesar adalah Suiyuan dengan populasi lebih dari 2 juta jiwa), menolak pencaplokan oleh Wilayah Otonomi Mongolia Dalam yang baru. Pada 1954, Mao mencapai kesepakatan dengan Suiyuan, yang melibatkan orang-orang Mongol mengambil alih administrasi Suiyuan, menetapkan bahwa penduduk asli Han tidak diusir dari wilayah tersebut. Uradyn Bulag menulis bahwa "ironisnya, ambisi teritorial bangsa Mongol terhadap Suiyuan mengakibatkan mereka menjadi minoritas kecil di dalam wilayah otonomi (yang diperbesar) mereka sendiri".[2]

Referensi

  1. ↑ Gillin, Donald G. Warlord: Yen Hsi-shan in Shansi Province 1911-1949. Princeton, New Jersey: Princeton University Press. 1967. Page 128
  2. ↑ Bulag, Uradyn (2010). "Alter/native Mongolian identity". Dalam Perry, Elizabeth; Selden, Mark (ed.). Chinese Society: Change, Conflict, and Resistance. Taylor & Francis. hlm. 266–268.


Ikon rintisan

Artikel bertopik geografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan