Sabtu, 03 Oktober 2026
20:17 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Suebi

Bagikan:

Suebi (atau Suevi, Suavi (Jordanes, Procopius), dll.) adalah kelompok besar suku-suku Jermanik yang tinggal di Germania dan pertama kali disebut oleh Julius Caesar saat sedang membicarakan kampanye militer Ariovistus di Galia sekitar tahun 58 SM.[1] Walaupun Caesar menganggap mereka sebagai satu suku Jermanik, penulis-penulis seperti Tacitus, Pliny dan Strabo menjelaskan bahwa "tidak seperti Chatti atau Tencteri, [Suevi] bukan satu bangsa. Mereka sebenarnya menduduki lebih dari setengah Germania, dan terbagi menjadi beberapa suku yang terpisah dengan nama-nama yang berbeda, walaupun mereka semua pada umumnya disebut Suebi".[2]

Para penulis klasik mencatat bahwa suku-suku Suebi sering berpindah-pindah dan tidak bergantung pada agrikultur.[3] Beberapa kelompok Suebi pindah ke arah laut Baltik dan sungai Elbe dan menjadi ancaman bagi Kekaisaran Romawi di perbatasan sungai Rhein dan Donau. Menjelang jatuhnya Kekaisaran Romawi, Alamanni (yang juga disebut Suebi) menetap di Agri Decumates dan kemudian menyeberangi sungai Rhein dan menduduki Alsace. Suku Suebi lain memasuki Galia dan berkelana hingga mencapai Gallaecia (kini Galicia, Spanyol, dan Portugal Utara). Di Gallaecia mereka mendirikan Kerajaan Suebi yang berdiri selama 170 tahun sebelum akhirnya terintegrasi dengan Kerajaan Visigoth.

Catatan kaki

  1. ↑ Menzel, Wolfgang (MDCCCXCIX). Germany from the Earliest Period: Volume I. New York: Peter Fenelon Collier. hlm. 89.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Tacitus Germania Section 8, translation by H. Mattingly.
  3. ↑ "Caes. Gal. 4.1". Perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2014-05-01.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Suebi.
Internasional
Nasional
Geografis
Lain-lain


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan