Rabu, 07 Oktober 2026
14:17 WIB
TERKINI
Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara

Suebi

Bagikan:

Suebi (atau Suevi, Suavi (Jordanes, Procopius), dll.) adalah kelompok besar suku-suku Jermanik yang tinggal di Germania dan pertama kali disebut oleh Julius Caesar saat sedang membicarakan kampanye militer Ariovistus di Galia sekitar tahun 58 SM.[1] Walaupun Caesar menganggap mereka sebagai satu suku Jermanik, penulis-penulis seperti Tacitus, Pliny dan Strabo menjelaskan bahwa "tidak seperti Chatti atau Tencteri, [Suevi] bukan satu bangsa. Mereka sebenarnya menduduki lebih dari setengah Germania, dan terbagi menjadi beberapa suku yang terpisah dengan nama-nama yang berbeda, walaupun mereka semua pada umumnya disebut Suebi".[2]

Para penulis klasik mencatat bahwa suku-suku Suebi sering berpindah-pindah dan tidak bergantung pada agrikultur.[3] Beberapa kelompok Suebi pindah ke arah laut Baltik dan sungai Elbe dan menjadi ancaman bagi Kekaisaran Romawi di perbatasan sungai Rhein dan Donau. Menjelang jatuhnya Kekaisaran Romawi, Alamanni (yang juga disebut Suebi) menetap di Agri Decumates dan kemudian menyeberangi sungai Rhein dan menduduki Alsace. Suku Suebi lain memasuki Galia dan berkelana hingga mencapai Gallaecia (kini Galicia, Spanyol, dan Portugal Utara). Di Gallaecia mereka mendirikan Kerajaan Suebi yang berdiri selama 170 tahun sebelum akhirnya terintegrasi dengan Kerajaan Visigoth.

Catatan kaki

  1. ↑ Menzel, Wolfgang (MDCCCXCIX). Germany from the Earliest Period: Volume I. New York: Peter Fenelon Collier. hlm. 89.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan); Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Tacitus Germania Section 8, translation by H. Mattingly.
  3. ↑ "Caes. Gal. 4.1". Perseus.tufts.edu. Diakses tanggal 2014-05-01.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Suebi.
Internasional
Nasional
Geografis
Lain-lain


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan