Sudut posisi (bahasa Inggris:position angle, disingkat PA) dalam astronomi adalah sudut yang menyatakan arah suatu objek langit relatif terhadap objek lainnya, biasanya diukur dari objek yang lebih terang ke objek yang lebih redup.[1] Sudut ini diukur pada bidang langit dari arah utara menuju timur, sehingga sudut posisi 0° menunjuk ke utara, 90° ke timur, 180° ke selatan, dan 270° ke barat.[1]
Pengukuran
Sudut posisi umumnya dipakai untuk menggambarkan posisi bintang ganda, yaitu arah bintang sekunder (komponen yang lebih redup) terhadap bintang primer (komponen yang lebih terang).[2] Nilai sudut posisi dinyatakan dalam derajat dari utara ke timur, sedangkan jarak sudut antara kedua komponen dinyatakan sebagai pemisahan sudut dalam detik busur.[2]
Penerapan
Selain pada bintang ganda, sudut posisi juga digunakan untuk menyatakan orientasi sumbu panjang galaksi, arah gerak diri (proper motion) suatu bintang, serta arah ekor komet atau struktur lainnya pada bidang langit.[1]
Pada pengamatan Matahari, sudut posisi dipakai untuk menyatakan arah suatu ciri permukaan, seperti bintik matahari atau tonjolan (prominensa), relatif terhadap sumbu rotasi Matahari.[3] Pengukuran semacam ini penting dalam program pengamatan harian yang memakai instrumen seperti fotoheliograf, yang merekam citra Matahari secara tetap untuk memantau perubahan ciri permukaannya sepanjang waktu.