Selasa, 27 Oktober 2026
04:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Sudut pandang

Memahami sudut pandang dalam teks deskripsi

Bagikan:
Untuk Sudut Pandang Pengarang dalam sastra, lihat Sudut pandang pengarang.

Dalam fotografi, sudut pandang (en:angle of view, angular field) adalah rentang sudut perspektif yang terekam oleh kamera. Sudut pandang berbeda dengan sudut liput (bahasa Inggris:angle of coverage) yang adalah sudut cahaya insiden yang diproyeksi lensa ke bidang fokal (bahasa Inggris:focal plane). Proyeksi sudut liput berupa lingkaran citra (bahasa Inggris:image circle) pada umumnya cukup besar untuk menyinari seluruh bidang film atau sensor yang terletak pada bidang fokal, tetapi saat sudut pandang lebih besar daripada sudut liput, vignette akan tampak pada hasil foto.

Perhitungan untuk sudut pandang

Untuk lensa dengan proyeksi rectilinear (non spatially distorted), sudut pandang ditentukan oleh panjang fokus efektif (en:focal length) dan dimensi format citranya. Sudut pandang (α) diukur dari panjang fokus efektif (f) sebagai berikut:[1]

α = 2 arctan ⁡ d 2 f {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2f}}} {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2f}}}

di mana:

  • d {\displaystyle d} {\displaystyle d} adalah ukuran bidang fokal pada sepanjang arah pengukuran. Sebagai contoh, untuk film dengan lebar 35 mm, d = 35 {\displaystyle d=35} {\displaystyle d=35} mm adalah ukuran yang dipergunakan untuk mendapatkan sudut pandang horizontal.

Karena sudut pandang merupakan fungsi trogonometrik, fungsi ini tidak bersifat linear terhadap perubahan panjang fokus. Walaupun demikian, kecuali untuk lensa sudut lebar (en:wide angle lense), nilai sudut pandang dapat didekati dengan persamaan:

α ≈ d f {\displaystyle \alpha \approx {\frac {d}{f}}} {\displaystyle \alpha \approx {\frac {d}{f}}} radian or 180 d π f {\displaystyle {\frac {180d}{\pi f}}} {\displaystyle {\frac {180d}{\pi f}}} derajat

Panjang fokus efektif mempunyai persamaan:

f = F ⋅ ( 1 + m ) {\displaystyle f=F\cdot (1+m)} {\displaystyle f=F\cdot (1+m)}

di mana F adalah nilai panjang fokus yang ditunjukkan oleh lensa dan m adalah rasio pembesaran (en:magnification ratio) lensa. Misalnya pada rasio pembesaran 1:2, nilai panjang fokus efektif menjadi:

f = 1.5 ⋅ F {\displaystyle f=1.5\cdot F} {\displaystyle f=1.5\cdot F}

Pada kamera 35 mm dengan lensa normal pada panjang fokus F=50 mm. Dimensi citra dari format 35 mm adalah 24 mm (vertikal) × 35 mm (horizontal), dengan diagonal sekitar 43,3 mm.

Sudut pandang pada kondisi ini adalah:

  • horizontal, α h = 2 arctan ⁡ h 2 f ≈ 39.6 ∘ {\displaystyle \alpha _{h}=2\arctan {\frac {h}{2f}}\approx 39.6^{\circ }} {\displaystyle \alpha _{h}=2\arctan {\frac {h}{2f}}\approx 39.6^{\circ }}
  • vertikal, α v = 2 arctan ⁡ v 2 f ≈ 27.0 ∘ {\displaystyle \alpha _{v}=2\arctan {\frac {v}{2f}}\approx 27.0^{\circ }} {\displaystyle \alpha _{v}=2\arctan {\frac {v}{2f}}\approx 27.0^{\circ }}
  • diagonal, α d = 2 arctan ⁡ d 2 f ≈ 46.8 ∘ {\displaystyle \alpha _{d}=2\arctan {\frac {d}{2f}}\approx 46.8^{\circ }} {\displaystyle \alpha _{d}=2\arctan {\frac {d}{2f}}\approx 46.8^{\circ }}

Lensa rektilinear

Misal pada kamera lobang jarum (en:pinhole camera) yang mempunyai sifat lensa rectilinear dengan pusat perspektif (en:center of perspective) pada titik tengah entrance pupil,[2] memproyeksikan objek pada jarak S 1 {\displaystyle S_{1}} {\displaystyle S_{1}} ke S 2 {\displaystyle S_{2}} {\displaystyle S_{2}} tanpa pembesaran (rasio pembesaran 1:1, S 1 {\displaystyle S_{1}} {\displaystyle S_{1}} = S 2 {\displaystyle S_{2}} {\displaystyle S_{2}})

960px-Lens_angle_of_view.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Didapat persamaan:

tan ⁡ ( α / 2 ) = d / 2 S 2 {\displaystyle \tan(\alpha /2)={\frac {d/2}{S_{2}}}} {\displaystyle \tan(\alpha /2)={\frac {d/2}{S_{2}}}}
α = 2 arctan ⁡ d 2 S 2 {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2S_{2}}}} {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2S_{2}}}}

Untuk mendapatkan hasil citra yang tajam, S 2 {\displaystyle S_{2}} {\displaystyle S_{2}} harus bernilai sama dengan panjang fokus, F {\displaystyle F} {\displaystyle F}, yang bisa didapat dengan menset lensa pada fokus tak terhingga (en:infinity focus). Sudut pandang dengan asumsi bernilai sama dengan sudut liput dapat dihitung dengan:

α = 2 arctan ⁡ d 2 f {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2f}}} {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2f}}} saat f = F {\displaystyle f=F\,} {\displaystyle f=F\,}

Lensa non rektilinear

500px-Lens3b.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Seperti pada umumnya kamera yang kita gunakan mempunyai persamaan fokal sebagai berikut:

1 F = 1 S 1 + 1 S 2 {\displaystyle {\frac {1}{F}}={\frac {1}{S_{1}}}+{\frac {1}{S_{2}}}} {\displaystyle {\frac {1}{F}}={\frac {1}{S_{1}}}+{\frac {1}{S_{2}}}}.

dengan persamaan rasio pembesaran:

m = S 2 S 1 {\displaystyle m={\frac {S_{2}}{S_{1}}}} {\displaystyle m={\frac {S_{2}}{S_{1}}}}

dan dengan sedikit subtitusi aljabar ditemukan:

S 2 = F ⋅ ( 1 + m ) {\displaystyle S_{2}=F\cdot (1+m)} {\displaystyle S_{2}=F\cdot (1+m)}

Dengan nilai f = S 2 {\displaystyle f=S_{2}\,} {\displaystyle f=S_{2}\,} sebagai panjang fokus efektif, didapat persamaan sudut pandang (dengan asumsi bernilai sama dengan sudut liput):

α = 2 arctan ⁡ d 2 f {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2f}}} {\displaystyle \alpha =2\arctan {\frac {d}{2f}}}

di mana:

f = F ⋅ ( 1 + m ) {\displaystyle f=F\cdot (1+m)} {\displaystyle f=F\cdot (1+m)}.

Jenis lensa

Spesifikasi lensa sering dirujuk berdasarkan karakter sudut pandangnya:

Sebuah contoh bagaimana sebuah panjang fokus lensa dapat memengaruhi sudut pandang. Foto diambil dengan jarak konstan dari subjek foto.
Angleofview_28mm_f4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
28 mm, 65.5° × 46.4°
Angleofview_50mm_f4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
50 mm, 39.6° × 27.0°
Angleofview_70mm_f4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
70 mm, 28.9° × 19.5°
Angleofview_210mm_f4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
210 mm, 9.8° × 6.5°

Referensi

  1. ↑ Ernest McCollough (1893). "Photographic Topography". Industry: A Monthly Magazine Devoted to Science, Engineering and Mechanic Arts. Industrial Publishing Company, San Francisco: 399–406.
  2. ↑ Kerr, Douglas A. (2005). "The Proper Pivot Point for Panoramic Photography" (PDF). The Pumpkin. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-04-07. Diakses tanggal 2007-01-14.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Angle of view.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan