Senin, 19 Oktober 2026
09:05 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Sayur asin

Sayur asin

Bagikan:
Sayur asin

330px-Sayur_asin_pickles.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Sayur asin yang terbuat dari sawi pahit
Hanzi: 酸菜
Pinyin: suān cài
Makna harfiah: Sayur kecut
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: suān cài
- Wade-Giles: suan1-ts'ai4
- Bahasa Dungan: Сўан цаы
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: syūn choi
- Jyutping: syun1 coi3
nama alternatif
Hanzi: 鹹菜
Makna literal: Sayur asin
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: xián cài
- Wade-Giles: hsien2-ts'ai4
- Bahasa Dungan: Щыән цаы
Min
- Romanisasi Min-nan : kiâm-chhài
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: hàahm choi

Di Indonesia, sayur asin digunakan untuk mengistilahkan produk fermentasi sawi. Sawi pada pembuatan sayur asin difermentasi secara alami dengan air pekat yang diambil dari air cucian beras, garam meja dan gula merah iris serta biasanya di tambah jahe. Air cucian beras dapat diganti dengan air kelapa.[1]

Proses fermentasi

Fermentasi terjadi dengan pertumbuhan beberapa bakteri asam laktat. Bakteri-bakteri asam laktat itu antara lain leuconostoc mesenteroides, lactobacillus confusus, lactobacillus curvatus, pediococcus pentosaceus, dan lactobacillus plantarum. Jamur candida sake dan candida guilliermondii juga berkontribusi pada fermentasi itu. Asam laktat, asam asetat, asam sukinat, etanol, dan gliserol merupakan hasil dari fermentasi. Glukosa, muncul akibat degradasi pati dan maltosa, dimetabolisir oleh spesies yang tumbuh.

Referensi

  1. ↑ Lyliana, Lea; Agmasari, Silvita (2021-01-30). "Cara Membuat Sayur Asin, Bisa untuk Sup dan Asinan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-01-19.


Ikon rintisan

Artikel bertopik makanan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan