Selasa, 27 Oktober 2026
09:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Sturm und Drang

Bagikan:

Sturm und Drang atau dalam bahasa Inggris diartikan sebagai "Storm and Stress" adalah nama gerakan proto-romantis dalam kesusasteraan dan seni di Jerman yang terjadi pada akhir abad ke-18. Gerakan ini mengedepankan konsep alam, perasaan, dan subjektivitas individu. Sebagai bentuk perlawanan terhadap batasan rasionalisme dari aliran pencerahan dan gerakan estetika saat itu, Sturm un Drang memberikan kebebasan berekspresi terhadap emosi yang ekstrem.[1] Periode ini dinamai berdasarkan drama Friedrich Maximilian von Klinger dengan judul yang sama, yang pertama kali dipentaskan oleh grup teater terkenal Abel Seyler pada tahun 1777.

Gerakan Sturm und Drang sangat dipengaruhi oleh pemikiran Rousseau dan Johann Georg Hamann, yang berpendapat bahwa dasar kebenaran dari keberadaan harus dipahami melalui iman dan pengalaman indera. Sastrawan muda di periode ini juga dipengaruhi oleh karya-karya penyair Inggris, seperti Edward Young, puisi pseudo-epik "Ossian" karya James Macpherson, dan karya Shakespeare yang saat itu baru diterjemahkan dalam bahasa Jerman.

Meskipun dikenal sebagai gerakan sastra, Sturm und Drang juga punya andil besar dalam dunia seni dan musik. Gerakan ini menginisiasi aliran seni lukis dengan pemandangan daratan dan lautan suram, yang merepresentasikan sebagai pandangan mimpi buruk. Di bidang musik, komponis menggunakan kunci minor dan menggunakan instrumen bernada rendah, dengan sering menggunakan tremolo, untuk menciptakan sentimen yang sama.[2]

Referensi

  1. ↑ "Sturm und Drang | German Enlightenment Movement | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-06-01.
  2. ↑ "Sturm und Drang". www.metopera.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-06-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan