Senin, 26 Oktober 2026
12:45 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung
Stupa Dhamek

Stupa Dhamek

bangunan kuil di India

Bagikan:
Stupa Dhamek
धमेख स्तूप
250px-Dhamek_Stupa%2C_Sarnath.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dhamek Stupa terletak di Sarnath, Varanasi, Uttar Pradesh, India
Stupa Dhamek di India
Stupa Dhamek
Lokasi di Uttar Pradesh, India
Tampilkan peta India
Stupa Dhamek di Uttar Pradesh
Stupa Dhamek
Stupa Dhamek (Uttar Pradesh)
Tampilkan peta Uttar Pradesh
Agama
AfiliasiBuddhisme
StatusTerpelihara
Lokasi
LokasiIndia Sarnath, Varanasi, Uttar Pradesh, India
AdministrasiBadan Survei Arkeologi India
Koordinat25°22′51″N 83°01′28″E / 25.3808°N 83.0245°E / 25.3808; 83.0245
Arsitektur
TipeStupa
GayaBuddha, Seni Maurya
RampungAbad ke-5-6 Masehi[1]
Spesifikasi
Panjang28 meter (92 kaki)[2]
Lebar28 meter (92 kaki)[2]
Tinggi maksimum43 meter (141 kaki)[2]
Bahan bangunanMarmer makrana putih

Stupa Dhamek (juga dieja Dhamekh dan Dhamekha, ditelusuri ke versi Sanskerta, Stupa Dharmarajika, yang dapat diterjemahkan sebagai Stupa pemerintahan Dharma) adalah sebuah stupa berukuran besar yang terletak di Sarnath, 13 km dari Benares di negara bagian Uttar Pradesh, India.[3]

Stupa-stupa awalnya sebagai tumuli zaman pra-Buddha, di mana pertapa dikuburkan dalam posisi duduk,[4] dinamakan cetiya.[5] Setelah parinirvana Sang Buddha, jenazahnya dikremasi dan abunya dibagi dan dikubur dalam delapan gundukan dengan dua gundukan lagi menutupi guci dan abu dari bara api yang digunakan untuk kremasi. Sedikit yang diketahui tentang stupa-stupa awal ini, terutama karena belum memungkinkan untuk mengidentifikasi sepuluh monumen asli. Namun, beberapa stupa kemudian, seperti di Sarnath dan Sanchi, tampaknya merupakan hiasan dari gundukan sebelumnya.[6]

Stupa Dhamek dibangun pada tahun 500 M [7] untuk menggantikan bangunan sebelumnya yang dibangun oleh Asoka, raja Maurya yang agung pada tahun 249 SM, bersama dengan beberapa monumen lainnya, untuk memperingati kegiatan-kegiatan Buddha di lokasi ini. Stupa-stupa awalnya sebagai gundukan melingkar yang dikelilingi oleh batu-batu besar. Raja Asoka membangun stupa-stupa untuk melestarikan potongan kecil tulang yang mengapur dan relik-relik lain dari Buddha dan para muridnya.[8]

Sebuah Pilar Asoka dengan sebuah dekrit yang terukir di atasnya berdiri di dekat situs ini. Ini tidak lain adalah tempat yang bagus untuk dikunjungi di Benares. Siapa pun yang berencana untuk mengunjungi Benares, dia harus pasti akan pergi ke sana.

Stupa Dhamek dikatakan menandai tempat (Rishipattana yang dapat diterjemahkan sebagai "di mana Resi tiba") di mana Sang Buddha memberikan khotbah pertama kepada lima muridnya setelah mencapai pencerahan,[9][10] "membabarkan Jalan Utama Berunsur Delapan yang menuntun kepada nirvana".[11]

Dalam beberapa sumber kuno, tempat khotbah pertama disebutkan terjadi di "Mriga-dayaa-vanam" atau sebuah tempat perlindungan bagi hewan. (Dalam bahasa Sanskerta, mriga digunakan dalam arti hewan buruan, rusa adalah yang paling umum). Sokongan terakhir kerajaan pada tempat ini ditetapkan tarikhnya pada masa sekitar 12 M, setelah lokasi Mrigadayavanam tampaknya telah hilang bahkan kepada penganut yang taat. Stupa diperbesar dalam enam kesempatan, tetapi bagian atasnya masih belum selesai.[12]

Saat mengunjungi Sarnath pada tahun 640 M, Xuanzang mencatat bahwa koloni memiliki lebih dari 1.500 pendeta dan stupa utama tingginya hampir 300 kaki (91 m).[13] Dalam bentuknya saat ini, stupa ini merupakan sebuah silinder padat batu bata dan batu yang mencapai ketinggian 43,6 meter dan memiliki diameter 28 meter. Ini adalah struktur yang paling besar di Sarnath.[14]

Referensi

  1. ↑ Dodson, Michael S. (31 Januari 2021). Banaras: Urban Forms and Cultural Histories (dalam bahasa Inggris). Taylor & Francis. hlm. 75, note 39. ISBN 978-1-000-36564-1. However, the Dhamek was conclusively dated as a Gupta period (5th-6th century) monument (...) and was shown not to have been built by the Mauryas Emperor Ashoka{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Sarnath attractions that you shouldn't skip". The Times of India.
  3. ↑ http://www.iloveindia.com/indian-monuments/dhamekh-stupa.html
  4. ↑ "Buddhist Art and Architecture: Symbolism of the Stupa / Chorten". 2006-08-14. Diakses tanggal 2013-01-07.
  5. ↑ "THE BUDDHIST STUPA: ORIGIN AND DEVELOPMENT". 2005-01-13. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-04-03. Diakses tanggal 2013-01-07.
  6. ↑ Possehl, Gregory L (2010). The Indus Civilization: A Contemporary Perspective. AltaMira. hlm. 12. ISBN 978-0759101722.
  7. ↑ Sir Banister Fletcher's a History of Architecture, 20th ed. (ed. by Dan Cruickshank). Architectural Press, 1996. ISBN 0-7506-2267-9. Page 646.
  8. ↑ "Stupas". Indian Heritage. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-01-08. Diakses tanggal 2006-11-20.
  9. ↑ "Place of the Buddha's First Sermon". Indian architecture. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-08-28. Diakses tanggal 2006-09-19.
  10. ↑ "http://www.asia.msu.edu/southasia/india/culture/architecture.html". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-09-01. Diakses tanggal 2007-02-08.{{cite web}}: Tautan eksternal dalam |title=
  11. ↑ Quoted from: Pippa de Bruyn, Niloufer Venkatraman, Keith Bain. Frommer's India. ISBN 0-471-79434-1. Page 340.
  12. ↑ Bradnock, Robert W. Footprint India. Footprint Travel Guides, 2004. ISBN 1-904777-00-7. Page 191.
  13. ↑ Arnett, Robert A. India Unveiled. Atman Press, 2006. ISBN 0-9652900-4-2.
  14. ↑ "Dhamekh Stupa". Varanasicity.com. Diakses tanggal 2006-10-16.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan